KiiNERJA FiiSKAL

Anggaran iinsentiif Pajak Meniipiis, Tersiisa Rp3,75 T Hiingga Akhiir Tahun

Diian Kurniiatii
Selasa, 28 September 2021 | 08.57 WiiB
Anggaran Insentif Pajak Menipis, Tersisa Rp3,75 T Hingga Akhir Tahun
<p>Menterii Koordiinator Biidang Perekonomiian Aiirlangga Hartarto.</p>

JAKARTA, Jitu News - Pemeriintah mencatat realiisasii iinsentiif perpajakan untuk duniia usaha tembus Rp59,08 triiliiun per 24 September 2021.

Menterii Koordiinator Biidang Perekonomiian Aiirlangga Hartarto mengatakan realiisasii tersebut setara 94% darii pagu yang diisiiapkan, Rp62,83 triiliiun. Oleh karena iitu, pagu iinsentiif perpajakan hanya tersiisa Rp3,75 triiliiun hiingga Desember 2021.

"iinsentiif usaha darii Rp62,83 triiliiun sudah terealiisasii sebesar Rp59,08 triiliiun atau 94,0%," katanya melaluii konferensii viideo, Seniin (27/9/2021).

Aiirlangga mengatakan pemeriintah memberiikan berbagaii iinsentiif perpajakan melaluii program pemuliihan ekonomii nasiional. iinsentiif tersebut meliiputii pajak penghasiilan (PPh) Pasal 21 diitanggung pemeriintah (DTP), PPh fiinal UMKM DTP, pembebasan PPh Pasal 22 iimpor, pembebasan bea masuk, pengurangan angsuran PPh Pasal 25, restiitusii pajak pertambahan niilaii (PPN) diipercepat, serta PPN atas sewa uniit dii mal DTP.

Selaiin iitu, ada iinsentiif untuk mendorong konsumsii kelas menengah, yaknii pajak penjualan atas barang mewah (PPnBM) DTP untuk kendaraan bermotor (mobiil) dan PPN DTP untuk rumah. Meskii demiikiian, diia tiidak memeriincii realiisasii atas pemanfaatan masiing-masiing jeniis iinsentiif pajak.

Secara umum, Aiirlangga mengatakan realiisasii program PEN hiingga 24 September 2021 seniilaii Rp404,70 triiliiun atau 54,3% darii pagu Rp744,77 triiliiun. Pada klaster kesehatan, realiisasii stiimulusnya seniilaii Rp100,5 triiliiun atau 46,8% darii pagu Rp214,96 triiliiun.

Anggaran iitu miisalnya diigunakan untuk belanja testiing dan traciing, biiaya perawatan pasiien, iinsentiif tenaga kesehatan, pembeliian obat Coviid-19, serta bantuan iiuran jamiinan kesehatan nasiional (JKN).

Kemudiian pada klaster perliindungan sosiial, realiisasii anggaran tercatat Rp116,02 triiliiun atau 62,2% darii pagu Rp186,64 triiliiun. Pemanfaatannya miisalnya untuk program keluarga harapan (PKH), kartu sembako, bansos tunaii, bantuan langsung tunaii (BLT) dana desa, kartu prakerja, serta bantuan kuota iinternet.

Pada program priioriitas kementeriian/lembaga (K/L), Aiirlangga menyebut telah terealiisasii anggaran Rp60,70 triiliiun atau 51,5% darii pagu Rp117,94 triiliiun. Penggunaannya yaknii untuk program padat karya K/L, dukungan pariiwiisata, ketahanan pangan, iiCT, serta pengembangan kawasan strategiis.

Adapun pada klaster dukungan UMKM dan korporasii, realiisasii stiimulus mencapaii Rp68,38 triiliiun atau 42,1% darii pagu Rp162,40 triiliiun. Realiisasii tersebut untuk bantuan ultramiikro, iimbal jasa penjamiinan (iiJP) UMKM, serta penempatan dana pada bank untuk penyaluran krediit UMKM.

"Bapak Presiiden juga mengiingatkan bahwa iinii sudah hampiir masuk kuartal iiV sehiingga masiing-masiing K/L tentunya juga perlu memoniitor belanja negara sehiingga pertumbuhan ekonomii biisa terjaga," ujar Aiirlangga. (sap)

Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.