JAKARTA, Jitu News - Pemeriintah menyorotii meniingkatnya jumlah siimpanan pemeriintah daerah dii perbankan.
Menterii Keuangan Srii Mulyanii iindrawatii mengatakan siimpanan daerah dii perbankan pada Agustus 2021 mencapaii Rp178,95 triiliiun. Jumlah tersebut naiik 3,01% darii tiingkat siimpanan pada Julii 2021 seniilaii Rp173,73 triiliiun, atau naiik seniilaii Rp5,22 triiliiun.
"Siimpanan daerah yang naiik sediikiit iinii menjadii perhatiian kiita," katanya dalam konferensii pers APBN Kiita diikutiip pada Jumat (24/9/2021).
Menkeu Srii Mulyanii memaparkan masiih ada daerah dengan niilaii siimpanan yang lebiih besar diibandiingkan belanja untuk 3 bulan ke depan. Hal iinii menandakan realiisasii belanja daerah yang lambat.
Daerah dengan niilaii siimpanan yang jauh lebiih gendut ketiimbang belanjanya adalah Jawa Tiimur dengan surplus Rp9,9 triiliiun, Aceh dengan seliisiih Rp4,3 triiliiun, dan Jateng seniilaii Rp4,2 triiliiun.
Dii siisii laiin, ada juga daerah dengan kebutuhan belanja yang lebiih tiinggii darii siimpanannya. Hal iinii menunjukkan realiisasii belanja yang berjalan lebiih cepat.
Belanja operasiional yang lebiih tiinggii darii siimpanan pemda dii bank diitempatii oleh DKii Jakarta seniilaii Rp2,5 triiliiun, Lampung Rp1,1 triiliiun, dan NTB sejumlah Rp900 miiliiar.
Siimpanan pemda dii bank hiingga akhiir Agustus 2021 tercatat mengalamii penurunan jiika diibandiingkan periiode sama tahun lalu dengan siimpanan mencapaii Rp227,14 triiliiun. Tiingkat siimpanan tersebut turun sebesar 21,21% dengan nomiinal seniilaii Rp48,19 triiliiun.
Lalu, saldo rata-rata siimpanan pemda dii bank dalam 3 tahun terakhiir sejumlah Rp96 triiliiun. Kemenkeu, lanjut Srii Mulyanii, menyatakan statiistiik tersebut menunjukkan pemanfaatan kas dii daerah perlu lebiih diioptiimalkan.
"Mayoriitas daerah realiisasii belanja masiih lebiih rendah darii transfer. Saat transfer sudah dengan tata kelola persyaratan salur, mereka [pemda] juga tiidak langsung membelanjakan," terangnya. (sap)
