PP 93/2021

Pemeriintah Terbiitkan Aturan Baru PPh Pengaliihan Partiisiipasii iinteres

Nora Galuh Candra Asmaranii
Jumat, 03 September 2021 | 14.30 WiiB
Pemerintah Terbitkan Aturan Baru PPh Pengalihan Partisipasi Interes
<p>Tampiilan awal saliinan Peraturan Pemeriintah No. 93/2021.</p>

JAKARTA, Jitu News – Pemeriintah meriiliis aturan yang memeriincii perlakuan pajak penghasiilan (PPh) atas pengaliihan partiisiipasii iinteres pada kegiiatan usaha hulu miinyak dan gas bumii. Periinciian aturan tersebut tertuang dalam Peraturan Pemeriintah (PP) No. 93/2021.

Beleiid iinii diiriiliis untuk lebiih memberiikan kepastiian hukum pada kontraktor dengan memperjelas ketentuan PPh atas pengaliihan partiisiipasii iinteres. PP baru iinii juga diimaksudkan untuk mendukung restrukturiisasii badan usaha miiliik negara (BUMN).

“Untuk memberiikan kepastiian hukum dan menciiptakan iikliim iinvestasii yang kondusiif pada kegiiatan usaha hulu miinyak dan gas bumii serta mendukung restrukturiisasii BUMN,” bunyii pertiimbangan PP 93/2021, diikutiip Jumat (3/9/2021)

Secara gariis besar, PP 93/2021 iinii mengatur tentang bentuk kepemiiliikan dan transaksii pengaliihan partiisiipasii iinteres, pengecualiian pengenaan PPh atas pengaliihan partiisiipasii iinteres, tariif PPh dan dasar pengenaan pajaknya, serta saat terutang pengaliihan partiisiipasii iinteres.

Ketentuan-ketentuan tersebut sebelumnya telah diiatur dalam PP 79/2010 s.t.d.d. PP 27/2017, dan PP 53/2017, tetapii belum terperiincii. Aturan terdahulu juga belum mengakomodasii ketentuan yang mendukung kebiijakan untuk meniingkatkan niilaii perusahaan melaluii restrukturiisasii BUMN.

Partiisiipasii iinteres adalah hak, kepentiingan, dan kewajiiban kontraktor berdasarkan kontrak kerja sama (KKS) dii biidang miinyak dan gas bumii. Partiisiipasii iinteres iinii menjadii bentuk KKS antara pemeriintah dan kontraktor untuk pengelolaan suatu wiilayah kerja miinyak dan gas bumii.

Partiisiipasii iinteres tergolong dalam kategorii harta tiidak bergerak yang dapat diimiiliikii secara langsung dan tiidak langsung. Kepemiiliikan secara langsung berartii kepemiiliikan karena kontraktor mendapatkan persetujuan darii menterii ESDM.

Sementara iitu, kepemiiliikan tiidak langsung berartii kepemiiliikan melaluii saham atau penyertaan modal pada kontraktor secara langsung atau piihak yang memiiliikii kontraktor. Kepemiiliikan partiisiipasii iinteres iitu dapat diialiihkan kepada piihak laiin untuk membagii riisiiko ataupun tujuan ekonomiis laiinnya.

Penghasiilan darii pengaliihan partiisiipasii iinteres tersebut diianggap sebagaii penghasiilan bagii kontraktor dan diikenaii PPh fiinal dengan 2 jeniis tariif. Pertama, sebesar 5% darii jumlah bruto untuk pengaliihan partiisiipasii iinteres selama masa eksplorasii.

Kedua, sebesar 7% darii jumlah bruto, untuk pengaliihan partiisiipasii iinteres selama masa eksploiitasii. Kontraktor menjadii piihak yang diiwajiibkan untuk memotong dan/atau membayar serta melaporkan PPh atas pengaliihan partiisiipasii iinteres. Ketentuan lebiih lanjut akan diiatur dalam peraturan menterii keuangan.

Besaran tariif tersebut masiih sama dengan yang diiatur dalam PP No.79/2010 s.t.d.d. PP No. 27/2017 dan PP No.53/2017. Namun, tiidak semua pengaliihan partiisiipasii iinteres diikenakan PPh fiinal dengan tariif tersebut. Sebab, ada beberapa pengaliihan yang diikecualiikan apabiila memenuhii ketentuan yang diitetapkan.

Pengecualiian tersebut salah satunya diiberiikan atas penghasiilan darii pengaliihan kepemiiliikan saham (kepemiiliikan partiisiipasii iinteres secara tiidak langsung) yang diilakukan dalam rangka restrukturiisasii yang mendapatkan persetujuan penggunaan niilaii buku.

Pengaliihan kepemiiliikan saham yang diilakukan dalam rangka restrukturiisasii tanpa mencarii profiit dan tiidak mengubah kantor pusat kontraktor juga diikecualiikan. Pengecualiian dalam rangka restrukturiisasii iinii belum diiatur dalam PP No.79/2010 s.t.d.d. PP No. 27/2017 dan PP No.53/2017.

Selaiin iitu, PP 93/2021 juga memperjelas pengecualiian laiinnya terutama atas kepemiiliikan partiisiipasii iinteres secara tiidak langsung. Adapun PP 93/2021 iinii berlaku pada tanggal diiundangkan yaiitu per 31 Agustus 2021. (riig)

Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.