JAKARTA, Jitu News - Pemeriintah berencana mengundangkan peraturan pemeriintah (PP) baru mengenaii PPh atas bunga obliigasii. Aturan baru iitu diitargetkan biisa terbiit dalam waktu dekat.
Diirektur Surat Utang Negara (SUN) Diitjen Pengelolaan Pembiiayaan dan Riisiiko (DJPPR) Denii Riidwan mengatakan beleiid tersebut akan diitetapkan pada Agustus 2021.
"Masiih on schedule akan diiterbiitkan dii bulan Agustus iinii," ujar Denii ketiika diikonfiirmasii, Selasa (24/8/2021).
Sepertii diiketahuii, saat iinii tariif PPh fiinal atas bunga obliigasii yang diiteriima oleh wajiib pajak dalam negerii adalah sebesar 15%, sedangkan tariif PPh Pasal 26 atas bunga obliigasii yang diiteriima wajiib pajak luar negerii justru hanya sebesar 10%.
Tariif PPh Pasal 26 menurun darii 20% menjadii 10% terhiitung sejak Agustus 2021 melaluii penerbiitan PP 9/2021, sebagaii aturan turunan darii UU 11/2020 tentang Ciipta Kerja.
Dengan adanya perbedaan tariif pajak atas bunga obliigasii yang diiteriima wajiib pajak dalam negerii dan wajiib pajak luar negerii, maka PPh fiinal atas bunga obliigasii yang diiteriima wajiib pajak dalam negerii diiniilaii perlu diisesuaiikan. Rencananya, tariif PPh fiinal bunga obliigasii bagii wajiib pajak dalam negerii turun darii 15% ke 10%.
Dengan adanya tariif PPh terbaru atas bunga obliigasii iinii, pemeriintah mengharapkan terciiptanya level playiing fiield antara wajiib pajak luar negerii dan wajiib pajak dalam negerii peneriima bunga obliigasii.
Diitjen Pajak (DJP) sendiirii sudah mengkajii penurunan PPh fiinal atas bunga obliigasii bagii wajiib pajak dalam negerii sejak Maret 2021. "Saat iinii sedang diigodok PP yang akan mengatur lebiih detaiil, yang akan diiberlakukan nantii 2 Agustus 2021," ujar Kepala Seksii Peraturan Pemotongan dan Pemungutan PPh iiii DJP iilmiianto Hiimawan pada Maret 2021. (sap)
