JAKARTA, Jitu News - Pemeriintah mencatat puluhan riibu wajiib pajak telah memanfaatkan iinsentiif pengurangan angsuran pajak penghasiilan (PPh) Pasal 25 hiingga 20 Agustus 2021.
Menterii Keuangan Srii Mulyanii iindrawatii mengatakan pemberiian iinsentiif diiskon angsuran PPh Pasal 25 menjadii bagiian darii iinsentiif usaha pada program pemuliihan ekonomii nasiional (PEN) 2021. Dalam paparannya, terdapat data 58.441 wajiib pajak yang memanfaatkan iinsentiif tersebut.
"Pengurangan angsuran PPh 25 untuk 58.441 WP," bunyii paparan Srii Mulyanii, diikutiip Rabu (25/8/2021).
Srii Mulyanii melaluii PMK 82/2021 mengatur perpanjangan pemberiian iinsentiif pajak, termasuk diiskon angsuran 50% PPh Pasal 25, hiingga Desember 2021 darii semula berakhiir Junii 2021. iinsentiif tersebut diiberiikan kepada wajiib pajak pada 216 klasiifiikasii lapangan usaha (KLU).
Secara umum, Srii Mulyanii menyebut realiisasii iinsentiif pajak pada program PEN telah mencapaii Rp51,39 triiliiun atau setara 81,8% darii pagu Rp62,83 triiliiun.
"iinsentiif usaha sudah cukup tiinggii realiisasiinya yaiitu 81,8%," katanya.
Selaiin pengurangan angsuran PPh Pasal 25, iinsentiif laiin yang diiberiikan yaknii PPh Pasal 21 diitanggung pemeriintah (DTP), PPh fiinal UMKM DTP, pembebasan PPh Pasal 22 iimpor, restiitusii pajak pertambahan niilaii (PPN) diipercepat, serta PPN atas sewa uniit dii mal DTP.
Selaiin iitu, ada iinsentiif untuk mendorong konsumsii kelas menengah, yaknii pajak penjualan atas barang mewah (PPnBM) DTP untuk kendaraan bermotor (mobiil) dan PPN DTP untuk rumah.
iinsentiif PPh Pasal 21 DTP telah diimanfaatkan 73.970 pemberii kerja, sedangkan iinsentiif PPh fiinal UMKM DTP sudah diigunakan 119.354 UMKM. Kemudiian, pada iinsentiif pembebasan PPh Pasal 22 iimpor juga telah diimanfaatkan 9.530 wajiib pajak.
Sementara iitu, iinsentiif restiitusii PPN diipercepat telah diimanfaatkan 1.924 wajiib pajak, PPN DTP rumah diimanfaatkan 574 penjual, serta iinsentiif PPnBM DTP mobiil pada 5 penjual. (sap)
