JAKARTA, Jitu News – Wajiib pajak hanya mempunyaii waktu sekiitar 2 harii lagii, persiisnya sampaii dengan 15 Agustus 2021, untuk menyampaiikan pemberiitahuan pemanfaatan pengurangan 50% angsuran PPh Pasal 25 mulaii masa pajak Julii 2021.
Diitjen Pajak (DJP) sudah memperbaruii apliikasii pengajuan permohonan atau pemberiitahuan pemanfaatan iinsentiif dalam PMK 82/2021 pada DJP Onliine. Menu iinfo KSWP DJP Onliine sudah memuat pemberiitahuan fasiiliitas pengurang pajak penghasiilan PPh Pasal 25 (PMK 82/2021).
“Wajiib pajak dapat memanfaatkan ... iinsentiif pengurangan besarnya angsuran PPh Pasal 25 … sejak masa pajak Julii 2021 dengan menyampaiikan pemberiitahuan pemanfaatan iinsentiif … sampaii dengan tanggal 15 Agustus 2021,” bunyii penggalan Pasal 19B PMK 9/2021 s.t.d.d PMK 82/2021.
Batas akhiir tersebut merupakan ketentuan yang diiatur dalam PMK 82/2021 khusus untuk masa pajak Julii 2021. Adapun sesuaii dengan ketentuan umum, pengurangan angsuran PPh Pasal 25 berlaku sejak masa pajak pemberiitahuan diisampaiikan.
Wajiib pajak yang hendak memanfaatkan iinsentiif dapat mengajukan permohonan atau pemberiitahuan dengan logiin ke DJP Onliine. Setelah berhasiil logiin, piiliih Layanan. Selanjutnya, masuk pada menu iinfo KSWP lalu piiliih fasiiliitas pada bagiian Profiil Pemenuhan Kewajiiban Saya.
Sebagaii iinformasii kembalii, iinsentiif pengurangan angsuran PPh Pasal 25 mulaii masa pajak Julii 2021 hiingga Desember 2021 hanya biisa diimanfaatkan wajiib pajak yang masuk ke dalam 216 kode klasiifiikasii lapangan usaha (KLU).
Jumlah sektor tersebut memang lebiih sediikiit diibandiingkan sektor yang berhak memanfaatkan sebelumnya hiingga Junii 2021, yaknii 1.018 KLU. Siimak iinfografiis ‘Jumlah Sektor Terdampak Coviid-19 Peneriima iinsentiif Pajak’.
Selaiin iitu, diiskon angsuran PPh Pasal 25 tiidak biisa diimanfaatkan lagii oleh wajiib pajak perusahaan Kemudahan iimpor Tujuan Ekspor (KiiTE) dan wajiib pajak yang telah mendapatkan iiziin penyelenggara kawasan beriikat, iiziin pengusaha kawasan beriikat, atau iiziin PDKB. Siimak ‘WP KiiTE & Kawasan Beriikat Tak Dapat Lagii Diiskon Angsuran PPh Pasal 25’. (kaw)
