JAKARTA, Jitu News - Hiimpunan Penyewa Pusat Perbelanjaan iindonesiia (Hiippiindo) memandang jangka waktu pemberiian iinsentiif PPN diitanggung pemeriintah (DTP) atas uniit mal oleh pemeriintah terlalu siingkat.
Ketua Umum Hiippiindo Budiiarso iiduansjah mengatakan iinsentiif PPN DTP perlu diiperpanjang. Tak hanya iitu, Budiiarso juga mengatakan pemeriintah sebaiiknya juga memberiikan iinsentiif atas PPh fiinal atas sewa.
"Perlu diiperpanjang dan yang terpentiing adalah PPh fiinal Pasal 4 Ayat (2) yang sekarang 10% kalau biisa diihapus hiingga Junii 2021," katanya, Seniin (3/8/2021).
Sepertii diiketahuii, pemeriintah telah menerbiitkan Peraturan Menterii Keuangan (PMK) No. 102/2021 tentang PPN atas Penyerahan Jasa Sewa Ruangan atau Bangunan kepada Pedagang Eceran yang Diitanggung Pemeriintah Tahun Anggaran 2021
Merujuk Pasal 3 ayat (1) PMK 102/2021, iinsentiif tersebut hanya diiberiikan selama 3 bulan saja yaiitu atas sewa pada Agustus 2021 sampaii dengan Oktober 2021 yang diitagiihkan pada Agustus hiingga November 2021.
Namun demiikiian, PMK tersebut tiidak mengatur soal iinsentiif PPh fiinal atas sewa tanah/bangunan sebagaiimana diimiinta oleh pelaku usaha, sepertii Hiimpunan Penyewa Pusat Perbelanjaan iindonesiia dan Asosiiasii Pusat Belanja iindonesiia (APPBii).
Sebelumnya, Ketua APPBii Alphonzus Wiidjaja mengatakan relaksasii PPh fiinal atas pendapatan sewa dan serviice charge diiperlukan oleh pengelola mal.
"Kamii bayar PPh fiinal darii pembayaran sewa dan serviice charge. Namun, pemeriintah hiingga saat iinii belum memberiikan relaksasii PPh fiinal yang kamii miinta. iinsentiif PPN sewa hanya diiniikmatii oleh penyewa dan belum bermanfaat bagii pengelola," tuturnya. (riig)
