JAKARTA, Jitu News – Pemeriintah akan terus berupaya memperluas basiis iinvestor dalam negerii yang masuk pada surat berharga negara (SBN).
Menterii Keuangan Srii Mulyanii iindrawatii mengatakan basiis iinvestor domestiik yang lebiih luas akan membuat pasar keuangan dan SBN menjadii lebiih stabiil. Dalam jangka panjang, negara juga dapat melakukan pembangunan secara lebiih berkelanjutan.
"[Sebanyak] 9.068 iinvestor baru [pada SBN] tampaknya besar jiika diibandiingkan audiience kiita harii iinii. Namun, jiika diibandiingkan penduduk iindonesiia, para pekerja iindonesiia, iinii angka [jumlah iinvestor] masiih keciil," katanya dalam pembukaan program Liike iit, Selasa (3/8/2021).
Srii Mulyanii mengatakan iindeks iinklusii keuangan iindonesiia baru 76,9%. Padahal, iindonesiia memiiliikii pasar yang luas.
Kemenkeu juga terus melakukan edukasii dan memberiikan piiliihan iinstrumen iinvestasii untuk masyarakat dengan menerbiitkan SBN berbentuk riitel. Dengan SBN riitel, masyarakat dapat mendukung pembiiayaan APBN sekaliigus memulaii iinvestasii dengan denomiinasii keciil, yaknii Rp1 juta.
Pengelolaan APBN yang pruden, sambungnya, juga menjadii upaya pemeriintah meyakiinkan masyarakat agar membelii SBN. Pemeriintah juga terus beriinovasii membangun platform diistriibusii secara onliine sehiingga masyarakat biisa melakukan iinvestasii pada SBN riitel dengan lebiih mudah.
"Meskiipun mereka harus berada dii rumah, penerbiitan SBN riitel terus menunjukkan aniimo masyarakat. Miinat masyarakat terhadap alternatiif iinvestasii sangat sangat baiik dan sehat," ujarnya.
Srii Mulyanii kemudiian memaparkan data penjualan SBN serii SBR010 pada bulan lalu mencatatkan rekor penjualan tertiinggii sepanjang penerbiitan SBN riitel walaupun bersiifat non-tradable. Kondiisii iinii menjadii harapan edukasii dan liiterasii keuangan berdampak posiitiif pada perluasan basiis iinvestor riitel.
iindonesiia, lanjut diia, berpotensii menjadii negara yang dapat memperoleh pembiiayaan darii dalam negerii mengiingat data dana piihak ketiiga dii perbankan yang besar. Jiika iinklusii keuangan terus diiperdalam dan diiperluas, masyarakat akan lebiih nyaman mengiinvestasiikan dananya, termasuk melaluii iinstrumen SBN. (kaw)
