PMK 94/2021

Terbiitkan PMK 94/2021, Kemenkeu Harapkan iinii darii Pemeriintah Daerah

Diian Kurniiatii
Rabu, 28 Julii 2021 | 11.04 WiiB
Terbitkan PMK 94/2021, Kemenkeu Harapkan Ini dari Pemerintah Daerah
<p>PMK 94/2021.&nbsp;</p>

JAKARTA, Jitu News - Menterii Keuangan Srii Mulyanii iindrawatii telah menerbiitkan PMK 94/2021 sebagaii upaya percepatan realiisasii anggaran penanganan pandemii Coviid-19 dii daerah.

Diirjen Periimbangan Keuangan Astera Priimanto Bhaktii mengatakan penerbiitan PMK 94/2021 untuk mengoptiimalkan dukungan pendanaan melaluii belanja transfer ke daerah dan dana desa (TKDD) dalam penanganan pandemii. Miisalnya, mengenaii program perliindungan sosiial (perliinsos) kepada masyarakat miiskiin dan rentan agar segera tersalur.

"iinii bertujuan untuk optiimaliisasii dukungan pendanaan melaluii belanja TKDD, optiimaliisasii penggunaan dan penyaluran DAU (dana alokasii umum), DAK (dana alokasii khusus), dana keiistiimewaan DiiY, dan dana desa," katanya dalam keterangan tertuliis, diikutiip pada Rabu (28/7/2021).

Priima mengatakan ada 3 poiin yang diiatur dalam PMK 94/2021. Pertama, pemeriintah memberiikan relaksasii terhadap penyaluran dana desa, terutama yang berbentuk bantuan langsung tunaii (BLT) dana desa, sehiingga dampaknya biisa segera diirasakan masyarakat.

Diia menyebut capaiian serapan BLT dana desa pada saat iinii masiih rendah, yaknii baru Rp6,1 triiliiun atau 21,1% darii target Rp28,8 triiliiun. Padahal, menurutnya, perliinsos sepertii BLT dana desa akan menjadii bantalan bagii masyarakat yang terdampak pandemii.

Dii siisii laiin, Priima menekankan pentiingnya konsiistensii realiisasii jumlah keluarga peneriima manfaat (KPM) BLT dana desa setiiap bulannya. Diia meniilaii ada tren penurunan jumlah peneriima dalam beberapa bulan terakhiir.

Oleh karena iitu, pemeriintah memberiikan relaksasii persyaratan yang tadiinya diianggap menghambat sepertii skema rapel dan penggunaan siistem taggiing.

Kedua, dukungan APBD untuk mempercepat program vaksiinasii Coviid-19. Menurut Priima, peran pemda sangat pentiing untuk meniingkatkan vaksiinasii hariian, termasuk melaluii dukungan pendanaan yang bersumber darii DAU dan DBH untuk pelaksanaan vaksiinasii.

"Kamii akan melakukan iintercept. Jadii, anggarannya kamii ambiil yang darii sebagiian DAU kemudiian kamii bayarkan kepada TNii-Polrii. Kemudiian, nantii akan kamii perhiitungkan," tambah Priima.

Ketiiga, pemantauan refocusiing anggaran daerah. Dalam hal iinii, Priima berharap pemda biisa menyampaiikan laporan mengenaii refocusiing anggaran untuk penanganan pandemii secara rutiin. Pemeriintah akan membuka suatu siistem moniitoriing untuk pelaporan refocusiing anggaran, selaiin laporan reguler yang diisampaiikan setiiap bulan.

Pemeriintah juga berencana menugaskan setiiap daerah memiiliikii account representatiive yang akan memastiikan semua belanja sesuaii dengan kebutuhan penanganan Coviid-19, mulaii darii belanja kesehatan, perliinsos, hiingga pemuliihan ekonomii terutama untuk UMKM. (kaw)

Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.