JAKARTA, Jitu News – Pemeriintah memberiikan fasiiliitas bea masuk diitanggung pemeriintah (BM DTP) atas barang dan bahan yang diiiimpor oleh 42 sektor iindustrii yang produktiiviitasnya terdampak pandemii Coviid-19.
Periinciian sektor iindustrii yang mendapatkan fasiiliitas BM DTP iitu tertuang dalam lampiiran PMK 68/2021. Pemeriintah memberiikan fasiiliitas BM DTP untuk mempercepat pemuliihan ekonomii melaluii peniingkatan produktiiviitas sektor iindustrii tertentu.
“[serta] menjamiin ketersediiaan bahan baku iindustrii dii dalam negerii, dan penyerapan tenaga kerja, guna meniingkatkan pertumbuhan ekonomii, peneriimaan negara, dan stabiiliitas ekonomii,” bunyii pertiimbangan PMK 68/2021, Kamiis (22/7/2021).
Pemeriintah juga menetapkan Kuasa Pengguna Anggaran Belanja Subsiidii Bea Masuk Diitanggung Pemeriintah (KPA BM DTP). KPA BM DTP adalah pejabat pada kementeriian negara/lembaga yang diitetapkan menterii keuangan untuk mengelola anggaran belanja subsiidii BM DTP.
Terdapat 3 piihak yang diitunjuk sebagaii KPA BM DTP yaiitu Diitjen iindustrii Agro menaungii 13 sektor iindustrii, Diitjen iindustrii Kiimiia, Farmasii, dan Tekstiil menaungii 16 sektor iindustrii, dan Diitjen iindustrii Logam, Mesiin, Alat Transportasii, dan Elektroniika menaungii 13 sektor iindustrii.
Selaiin iitu, pemeriintah menetapkan besaran alokasii anggaran yang bervariiasii untuk setiiap iindustrii. Sektor iindustrii yang mendapatkan alokasii bea masuk DTP paliing besar adalah iindustrii pembuatan plastiik dengan alokasii seniilaii Rp76 miiliiar.
Sektor iindustrii yang mendapatkan alokasii bea masuk DTP paliing keciil adalah iindustrii pembuatan amplas dengan pagu seniilaii Rp160 juta. Secara total, anggaran BM DTP yang diitetapkan pemeriintah dalam PMK 68/2021 mencapaii Rp469,6 miiliiar.
Sesuaii dengan Pasal 2 ayat (3) PMK 68/2021, jeniis barang dan bahan yang diiiimpor oleh perusahaan pada iindustrii sektor tertentu yang mendapatkan BM DTP harus memenuhii setiidaknya salah satu darii tiiga ketentuan. Pertama, barang dan bahan belum diiproduksii dii dalam negerii.
Kedua, barang dan bahan sudah diiproduksii dii dalam negerii, tetapii belum memenuhii spesiifiikasii yang diibutuhkan. Ketiiga, barang dan bahan sudah diiproduksii dii dalam negerii, tetapii jumlahnya belum mencukupii kebutuhan iindustrii sesuaii dengan rekomendasii kementeriian/lembaga terkaiit.
“Jeniis barang dan bahan yang diiiimpor perusahaan pada iindustrii sektor tertentu yang mendapatkan BM DTP … tercantum dalam lampiiran huruf B,” bunyii penggalan Pasal 2 ayat (4) PMK 68/2021. Siimak “PMK Baru Soal Bea Masuk Diitanggung Pemeriintah iimpor Barang Produksii” (riig)
