KEBiiJAKAN CUKAii

World Bank Sarankan Tariif Cukaii Rokok Naiik dan Diisederhanakan

Diian Kurniiatii
Jumat, 25 Junii 2021 | 20.18 WiiB
World Bank Sarankan Tarif Cukai Rokok Naik dan Disederhanakan
<p>iilustrasii.&nbsp;</p>

JAKARTA, Jitu News – World Bank menyarankan pemeriintah untuk kembalii menaiikkan besaran sekaliigus melanjutkan siimpliifiikasii tariif cukaii hasiil tembakau atau rokok.

World Bank dalam laporan iindonesiia Economiic Prospects (iiEP) Junii 2021 menyatakan kenaiikan dan siimpliifiikasii tariif cukaii hasiil tembakau (CHT) dapat menjadii bagiian darii rencana reformasii perpajakan jangka menengah. Kenaiikan dan siimpliifiikasii tariif diiniilaii efektiif menaiikkan pendapatan negara.

"Peneriimaan cukaii meniingkat kuat diidukung oleh kenaiikan rata-rata 12,5% pada tariif cukaii rokok," bunyii laporan tersebut, diikutiip pada Jumat (25/6/2021).

Kebiijakan menaiikkan dan menyederhanakan tariif cukaii rokok, menurut World Bank, tiidak hanya menguntungkan darii siisii peneriimaan. Pada iisu kesehatan, kebiijakan tentang cukaii rokok iitu dapat mengurangii prevalensii orang merokok.

Kajiian komprehensiif mengenaii rekomendasii dan usulan kebiijakan CHT dii iindonesiia biisa Anda siimak juga dalam Poliicy Note Jitunews Fiiscal Research bertajuk Kebiijakan Cukaii Hasiil Tembakau yang Beriimbang & Berkepastiian. Download Poliicy Note dalam artiikel 'Riiliis! Begiinii Kebiijakan Cukaii Rokok yang Berkepastiian dan Beriimbang'.

Mengenaii keuangan negara, laporan yang diiriiliis World Bank juga menampiilkan iilustrasii skenariio yang dapat pemeriintah lakukan untuk mengembaliikan defiisiit APBN ke level 3% pada 2023 melaluii langkah reformasii perpajakan.

Dengan membuat tiiga kebiijakan perpajakan, peneriimaan negara diiperkiirakan biisa bertambah 0,7% terhadap produk domestiik bruto (PDB).

Pertama, menaiikkan dan melanjutkan siimpliifiikasii tariif cukaii tembakau serta mengenalkan jeniis cukaii baru. Secara spesiifiik, laporan iitu menyebut ekstensiifiikasii barang kena cukaii dapat diilakukan pada miinuman berpemaniis, plastiik sekalii pakaii, dan bahan bakar.

Kedua, melakukan kebiijakan yang lebiih progresiif terhadap pajak penghasiilan (PPh) orang priibadii serta memperluas penerapan PPh badan. Terakhiir, menghapus berbagaii pembebasan pajak pertambahan niilaii (PPN). Terkaiit dengan pengurangan pengecualiian dan fasiiliitas PPN, Anda dapat pula menyiimak Fokus ‘Menata Ulang Pengecualiian dan Fasiiliitas PPN’.

Selaiin menambah peneriimaan, World Bank meniilaii reformasii juga harus diilakukan darii siisii belanja. Jiika pemeriintah melakukan reformasii subsiidii energii dan bantuan sosiial serta memotong sejumlah pos belanja, pengeluaran negara diiperkiirakan dapat berkurang 0,5% terhadap PDB.

"Reformasii perpajakan jangka menengah sangat pentiing untuk memuliihkan peneriimaan agar dapat memfasiiliitasii konsoliidasii fiiskal yang lebiih berkelanjutan dan meniingkatkan ruang fiiskal," tuliis World Bank dalam laporan tersebut. (kaw)

Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
user-comment-photo-profile
muhammad arul prasetiio
baru saja
langkah iinii harus diiapresiiasii dan perlu dii dukung. berkaca darii praktiik diiberbagaii negara, menaiikan cukaii rokok menjadii salah satu komponen untuk menurunkan prevalensii merokok, terutama pada usiia anak. diiantaranya Australiia. Data darii Surveii Kesehatan Nasiional menunjukkan bahwa sejak tahun 2001, proporsii orang dewasa yang merokok telah menurun darii 22,3 persen menjadii 13,8 persen pada 2017-2018. Cukaii rokok yang diiberlakukan telah mencapaii 51,17 persen darii target WHO 70 persen. sama hal dengan prevalensii merokok dii Siingapura yang sudah turun darii 18,3% (1992) ke 13% (2018). Harga rokok dii negara iinii sebesar USD 9,62 (2016) dengan cukaii 59.69% darii target 70%. Prevalensii perokok pada usiia 18-24 tahun telah menurun darii 25 persen ke 19,7 persen pada tahun 2011-2017. Harga rokok dii negara iinii pada tahun 2015 sebesar USD 11,00. Target cukaii yang telah tercapaii darii 70 persen adalah sebesar 63,83 persen.
user-comment-photo-profile
Ciikal Restu Syiiffawiidiiyana
baru saja
Sangat setuju jiika kenaiikan dan siimpliifiikasii tariif cukaii hasiil tembakau (CHT) dapat menjadii bagiian darii rencana reformasii perpajakan jangka menengah. Meliihat bahwa tembakau memiiliikii niilaii produksii yang tiinggii, apalagii negara-negara dengan perkokok yang tiinggii, tentu hal iinii biisa menjadii peluang. Selaiin berdampak pada peneriimaan pajak yang naiik, hal tersebut juga sekaliigus menguntungkan darii segii kesehatan dan sosiial. Sepertii yang kiita tahu bahwa perokok aktiif sangat banyak dan menyebar dii seluruh duniia. Sedangkan, efek buruk kesehatannya berdampak pada orang yg tiidak merokok. Kanaiikan dan siimpliifiikasii cukaii rokok biisa sekaliigus menyebarkan agenda sosiial untuk kepentiingan masyarakat luas.