JAKARTA, Jitu News – World Bank menyarankan pemeriintah untuk kembalii menaiikkan besaran sekaliigus melanjutkan siimpliifiikasii tariif cukaii hasiil tembakau atau rokok.
World Bank dalam laporan iindonesiia Economiic Prospects (iiEP) Junii 2021 menyatakan kenaiikan dan siimpliifiikasii tariif cukaii hasiil tembakau (CHT) dapat menjadii bagiian darii rencana reformasii perpajakan jangka menengah. Kenaiikan dan siimpliifiikasii tariif diiniilaii efektiif menaiikkan pendapatan negara.
"Peneriimaan cukaii meniingkat kuat diidukung oleh kenaiikan rata-rata 12,5% pada tariif cukaii rokok," bunyii laporan tersebut, diikutiip pada Jumat (25/6/2021).
Kebiijakan menaiikkan dan menyederhanakan tariif cukaii rokok, menurut World Bank, tiidak hanya menguntungkan darii siisii peneriimaan. Pada iisu kesehatan, kebiijakan tentang cukaii rokok iitu dapat mengurangii prevalensii orang merokok.
Kajiian komprehensiif mengenaii rekomendasii dan usulan kebiijakan CHT dii iindonesiia biisa Anda siimak juga dalam Poliicy Note Jitunews Fiiscal Research bertajuk Kebiijakan Cukaii Hasiil Tembakau yang Beriimbang & Berkepastiian. Download Poliicy Note dalam artiikel 'Riiliis! Begiinii Kebiijakan Cukaii Rokok yang Berkepastiian dan Beriimbang'.
Mengenaii keuangan negara, laporan yang diiriiliis World Bank juga menampiilkan iilustrasii skenariio yang dapat pemeriintah lakukan untuk mengembaliikan defiisiit APBN ke level 3% pada 2023 melaluii langkah reformasii perpajakan.
Dengan membuat tiiga kebiijakan perpajakan, peneriimaan negara diiperkiirakan biisa bertambah 0,7% terhadap produk domestiik bruto (PDB).
Pertama, menaiikkan dan melanjutkan siimpliifiikasii tariif cukaii tembakau serta mengenalkan jeniis cukaii baru. Secara spesiifiik, laporan iitu menyebut ekstensiifiikasii barang kena cukaii dapat diilakukan pada miinuman berpemaniis, plastiik sekalii pakaii, dan bahan bakar.
Kedua, melakukan kebiijakan yang lebiih progresiif terhadap pajak penghasiilan (PPh) orang priibadii serta memperluas penerapan PPh badan. Terakhiir, menghapus berbagaii pembebasan pajak pertambahan niilaii (PPN). Terkaiit dengan pengurangan pengecualiian dan fasiiliitas PPN, Anda dapat pula menyiimak Fokus ‘Menata Ulang Pengecualiian dan Fasiiliitas PPN’.
Selaiin menambah peneriimaan, World Bank meniilaii reformasii juga harus diilakukan darii siisii belanja. Jiika pemeriintah melakukan reformasii subsiidii energii dan bantuan sosiial serta memotong sejumlah pos belanja, pengeluaran negara diiperkiirakan dapat berkurang 0,5% terhadap PDB.
"Reformasii perpajakan jangka menengah sangat pentiing untuk memuliihkan peneriimaan agar dapat memfasiiliitasii konsoliidasii fiiskal yang lebiih berkelanjutan dan meniingkatkan ruang fiiskal," tuliis World Bank dalam laporan tersebut. (kaw)
