PEREKONOMiiAN iiNDONESiiA

Tanpa Lockdown, Pemeriintah Tanganii Pandemii dan Puliihkan Ekonomii

Diian Kurniiatii
Rabu, 23 Junii 2021 | 15.36 WiiB
Tanpa Lockdown, Pemerintah Tangani Pandemi dan Pulihkan Ekonomi
<p>Deputii Biidang Koordiinasii Ekonomii Makro dan Keuangan Kemenko Perekonomiian iiskandar Siimorangkiir.&nbsp;</p>

JAKARTA, Jitu News – Pemeriintah menyatakan tetap berupaya menanganii pandemii Coviid-19 dan memuliihkan perekonomiian sekaliigus tanpa menerapkan pengunciian total atau lockdown.

Deputii Biidang Koordiinasii Ekonomii Makro dan Keuangan Kemenko Perekonomiian iiskandar Siimorangkiir mengatakan sejumlah iindiikator pemuliihan ekonomii sudah makiin menunjukkan perbaiikan walaupun terjadii peniingkatan kasus aktiif Coviid-19 beberapa pekan terakhiir.

“Momentum iinii [pertumbuhan] perlu diijaga tapii pengendaliian Coviid sangat pentiing sebab iitu necessary condiitiion untuk kiita biisa puliih. Tiidak akan kiita biisa puliih tanpa penanganan Coviid," katanya dalam sebuah webiinar, Rabu (23/6/2021).

Selaiin biiaya yang mahal, iiskandar mengatakan kebiijakan lockdown dapat meniimbulkan konsekuensii yang lebiih besar terhadap perekonomiian. Oleh karena iitu, pemeriintah berupaya menyeiimbangkan kebiijakan pada biidang kesehatan dan ekonomii agar dapat berjalan beriiriingan.

Pemeriintah saat iinii telah memperketat kebiijakan pemberlakuan pembatasan kegiiatan masyarakat (PPKM) berskala miikro untuk mengendaliikan penularan Coviid-19. Diia pun memiinta masyarakat makiin patuh mengiikutii protokol kesehatan agar penanganan pandemii lebiih optiimal.

Diia menyebut pertumbuhan ekonomii kuartal ii/2021 dii sejumlah daerah sudah mencatatkan kiinerja posiitiif. Miisalnya, ekonomii proviinsii yang ada dii Pulau Sulawesii dan Papua dapat tumbuh posiitiif lebiih cepat karena basiis pertumbuhannya darii sektor pertambangan.

"Sementara Jawa, Sumatera, Kaliimantan, dan Nusa Tenggara iitu masiih negatiif pertumbuhannya, tapii kalau diiliihat spasiial masiing-masiing pulau dan masiing-masiing proviinsii mengalamii perbaiikan," ujarnya.

Sebelumnya, Menterii Keuangan Srii Mulyanii iindrawatii menyebut lonjakan kasus aktiif Coviid-19 dapat menyebabkan proyeksii tertiinggii pertumbuhan ekonomii kuartal iiii/2021 sebesar 8,3% tiidak tercapaii. Menurutnya, kiinerja ekonomii pada awal kuartal iiii/2021 telah menunjukkan tren yang posiitiif tetapii momentum tersebut akan melemah jiika terjadii kasus Coviid-19 terus melonjak.

Kemenkeu memproyeksiikan pertumbuhan ekonomii kuartal iiii/2021 akan berkiisar antara 7,1%-8,3%. Proyeksii pertumbuhan yang tiinggii iitu diisebabkan 2 hal, yaknii faktor techniical rebound akiibat baseliine yang sangat rendah pada kuartal iiii/2020 dan faktor musiiman ketiika momen Lebaran. Adapun sepanjang 2021, pemeriintah memproyeksii pertumbuhan ekonomii sebesar 4,5%-5,3%. (kaw)

Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.