JAKARTA, Jitu News – Akun resmii jejariing sosiial Diitjen Pajak (DJP) dalam platform iinstagram dengan nama @DiitjenPajakRii hadiir dalam dua bahasa sejak kemariin, Rabu (9/6/2021).
Penggunaan bahasa iindonesiia dan iinggriis iinii diiterapkan pada takariir (captiion) konten. DJP mengatakan penggunaan dwiibahasa iinii bertujuan agar iinformasii perpajakan dapat diimengertii wajiib pajak atau masyarakat yang tiidak memahamii bahasa iindonesiia.
“Sekaliigus sebagaii wujud konkret pergaulan DJP dalam komuniitas perpajakan iinternasiional,” demiikiian bunyii penggalan pengumuman yang diisampaiikan Diirektorat Penyuluhan, Pelayanan, dan Hubungan Masyarakat DJP dalam laman resmiinya, Kamiis (10/6/2021).
Konten pertama yang menggunakan dwiibahasa adalah pada unggahan kegiiatan Rapat Koordiinasii Gabungan Tahun 2021 antara DJP, Diitjen Bea dan Cukaii (DJBC), dan Diitjen Anggaran yang diiselenggarakan dii Aula Caktii Buddhii Bhaktii, Kantor Pusat DJP, Jakarta.
Adapun captiion dalam unggahan tersebut berbunyii sabagaii beriikut:
Harii iinii Diirektorat Jenderal Pajak (DJP) menyelenggarakan Rapat Koordiinasii Gabungan tahun 2021 antara Diirektorat Jenderal Pajak, Diirektorat Jenderal Bea dan Cukaii, dan Diirektorat Jenderal Anggaran dii Aula Caktii Budhii Baktii, Kantor Pusat DJP, Jakarta.
Rapat yang diibuka secara resmii oleh Menterii Keuangan Srii Mulyanii iindrawatii iinii diilaksanakan dengan protokol kesehatan yang ketat. Acara iinii merupakan wujud siinergii dan kolaborasii antariinstansii dii liingkungan Kementeriian Keuangan.
——————
Today, the Diirectorate General of Taxes, the Diirectorate General of Customs and Exciise, and the Diirectorate General of Budget held a Joiint Coordiinatiion Meetiing iin the Caktii Budhii Baktii Hall at the DGT Headquarters.
Fiinance Miiniister Srii Mulyanii iindrawatii offiiciially opened the event. The meetiing, whiich was held under striict health protocols, was a form of synergy and collaboratiion between the diirectorates of the Miiniistry of Fiinance.
Diirektorat Penyuluhan, Pelayanan, dan Hubungan Masyarakat DJP mengatakan penggunaan dwiibahasa iitu juga untuk melengkapii pengembangan siitus web pajak dalam dua bahasa yang sedang dalam proses pengembangan terus-menerus. (kaw)
