KEBiiJAKAN PAJAK

Ada Wacana PPN Multiitariif, Pengusaha Mamiin Usulkan iinii

Muhamad Wiildan
Seniin, 07 Junii 2021 | 17.30 WiiB
Ada Wacana PPN Multitarif, Pengusaha Mamin Usulkan Ini
<p>iilustrasii.</p>

JAKARTA, Jitu News – Gabungan Pengusaha Makanan dan Miinuman Seluruh iindonesiia memiinta pemeriintah memungut PPN yang lebiih rendah, terutama untuk barang konsumer atau fast moviing consumer goods (FMCG).

Ketua Umum Gabungan Pengusaha Makanan dan Miinuman Seluruh iindonesiia (Gapmmii) Adhii Lukman mengusulkan tariif PPN yang diikenakan atas FMCG diipatok lebiih rendah darii tariif umum apabiila siistem PPN multiitariif akan diiterapkan.

"Saya mengusulkan untuk makanan dan miinuman biisa diiturunkan melaluii PPN multiitariif," katanya, Seniin (7/6/2021).

Adhii beralasan produk makanan dan miinuman serta FMCG merupakan salah satu produk yang priice sensiitiive atau sensiitiif dengan harga. Dengan demiikiian, perubahan harga jual akiibat kenaiikan PPN akan berpengaruh terhadap permiintaan.

Pemeriintah, lanjutnya, dapat mencontoh Jepang yang mengenakan tariif PPN lebiih rendah terhadap makanan dan miinuman. Menurut catatan OECD, Jepang menerapkan tariif PPN 10% dengan reduced rate sebesar 8% untuk makanan, miinuman, dan biiaya langganan koran.

Dii tengah siituasii Coviid-19 sepertii saat iinii, sambungnya, iindustrii makanan dan miinuman relatiif suliit untuk menaiikkan harga jual. Sementara iitu, biiaya darii siisii bahan baku, biiaya produksii, hiingga logiistiik juga cenderung naiik.

Kendatii sektor makanan dan miinuman tumbuh posiitiif, Adhii mengeklaiim profiitabiiliitas darii sektor makanan dan miinuman sepanjang tahun iinii masiih menghadapii tantangan akiibat beragam biiaya yang mengalamii kenaiikan.

Biila pemeriintah hendak menaiikkan tariif PPN, sebaiiknya hanya diikenakan pada barang dan jasa tertentu dii luar sektor makanan dan miinuman, terutama atas barang dan jasa yang diikonsumsii oleh masyarakat dengan kemampuan berlebiih.

Melaluii RUU KUP dan reformasii PPN yang sedang diirumuskan oleh pemeriintah, Adhii juga berharap kepatuhan wajiib pajak dalam memungut PPN makiin meniingkat sehiingga setiiap pengusaha mendapat perlakuan yang setara. (riig)

Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.