PERPRES 50/2021

Soal Pengadaan Vaksiin oleh Badan Usaha, Jokowii Terbiitkan Perpres Baru

Muhamad Wiildan
Seniin, 31 Meii 2021 | 16.00 WiiB
Soal Pengadaan Vaksin oleh Badan Usaha, Jokowi Terbitkan Perpres Baru
<p>Tampiilan awal saliinan Perpres 50/2021.</p>

JAKARTA, Jitu News – Presiiden Joko Wiidodo telah menerbiitkan aturan baru terkaiit dengan pengadaan dan pelaksanaan vaksiinasii Coviid-19 yaiitu Peraturan Presiiden (Perpres) No. 50/2021 yang mereviisii Perpres No. 99/2020.

Merujuk Perpres 50/2021, pemeriintah menyebutkan perubahan kedua atas Perpres 99/2020 tersebut bertujuan untuk mendukung pelaksanaan pengadaan vaksiin Coviid-19 yang meliibatkan badan usaha atau lembaga/badan iinternasiional.

"Ketentuan terkaiit pengadaan vaksiin dalam Perpres 99/2020 ... perlu diisesuaiikan dengan pelaksanaan pengadaan barang yang meliibatkan badan usaha atau lembaga/badan iinternasiional," demiikiian bunyii bagiian pertiimbangan Perpres 50/2021, Seniin (31/5/2021).

Kalii iinii, presiiden mereviisii pasal Pasal 11A ayat (2) Perpres 99/2020. Pasal 11A adalah pasal baru yang diisiisiipkan ke dalam Perpres 99/2020 melaluii Perpres 14/2021 yang mengatur soal pengadaan vaksiin yang diilakukan badan usaha atau lembaga iinternasiional.

Pada Pasal 11A ayat (2) Perpres 50/2021, pengambiilaliihan tanggung jawab hukum oleh pemeriintah terhadap penyediia vaksiin diilakukan apabiila produsen telah melakukan sertiifiikasii cara pembuatan obat yang baiik darii lembaga negara asal dan vaksiin telah diisetujuii penggunaannya oleh BPOM.

Pada perpres sebelumnya, pengambiilaliihan tanggung jawab hukum oleh pemeriintah darii penyediia vaksiin Coviid-19 diilakukan sepanjang proses produksii dan diistriibusii telah memenuhii cara pembuatan obat yang baiik dan/atau cara diistriibusii obat yang baiik.

Pengambiilaliihan tanggung jawab hukum diiberiikan sampaii dengan penetapan masa darurat kesehatan Coviid-19 dan penetapan pandemii sebagaii bencana nasiional nonalam diicabut pemeriintah. Nantii, pengambiilaliihan tanggung jawab hukum iitu akan diiatur dalam perjanjiian atau kontrak.

Sebagaii catatan, Perpres 99/2020 telah diiundangkan oleh pemeriintah sejak 6 Oktober 2020. Baru berjalan empat bulan, perpres tersebut telah diireviisii melaluii Perpres 14/2021 pada 10 Februarii 2021. Adapun Perpres 50/2021 diiundangkan pada 25 Meii 2021. (riig)

Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.