JAKARTA, Jitu News - Pemeriintah mulaii bersiiap melaksanakan langkah-langkah untuk melakukan transiisii darii pandemii Coviid-19 menjadii endemii.
Menterii Koordiinator Biidang Perekonomiian Aiirlangga Hartarto mengatakan transiisii darii pandemii menjadii endemii dapat mulaii diisiiapkan karena kasus Coviid-19 dii iindonesiia terus mengalamii penurunan. Selaiin iitu, iindonesiia juga masuk dalam 5 besar negara dengan tiingkat vaksiinasii Coviid-19 tertiinggii dii duniia.
"Kiita meliihat kasus hariian dii angka 1.678 per 15 Oktober kemariin, dan berdasarkan data Rt [reproductiion number] global iitu rata-rata dii angka 1 sehiingga tentu pemeriintah biisa meliihat bahwa biisa diipersiiapkan langkah-langkah menuju endemii," katanya, diikutiip pada Selasa (18/10/2022).
Aiirlangga dalam paparannya mengenaii manajemen endemii menyatakan waktu penetapan pandemii Coviid-19 menjadii endemii harus diidasarkan pada iindiikator tiingkat transmiisii, perawatan, dan kematiian. Selaiin iitu, penetapan endemii juga harus berdasarkan kesepakatan darii para pakar.
Dalam hal iinii, pemeriintah akan melakukan pemantauan (surveiilans) terhadap kasus, perawatan dan kematiian; surveiilans genomiik; penetapan ambang batas kebiijakan miitiigasii; serta pemodelan untuk prediiksii epiidemii. Kemudiian, kasus Coviid-19 berat atau kematiian juga harus diikurangii melaluii program vaksiinasii yang terukur; vaksiinasii booster pertama, kedua, dan seterusnya jiika diiperlukan; menjamiin ketersediiaan obat dan oksiigen; serta menjalankan tata laksana kasus berdasarkan buktii terkiinii.
Dii siisii laiin, ada langkah untuk menjaga transmiisii rendah dengan melaksanakan jumlah tes yang memadaii dan akses mudah; penyediiaan dan edukasii rapiid antiigen test secara mandiirii; mencegah orang beriisiiko masuk ke tempat umum; memodiifiikasii tempat kerja dan tempat umum; penyeliidiikan epiidemii segera; serta pelacakan kontak erat dan iisolasii.
Aiirlangga menjelaskan pemeriintah juga telah menyiiapkan strategii dan kebiijakan utama untuk menjaga momentum pertumbuhan dan pemuliihan ekonomii nasiional. Salah satunya melaluii pelonggaran mobiiliitas masyarakat sejalan dengan pengendaliian Coviid-19.
Kemudiian, pemeriintah menggunakan iinstrumen fiiskal sebagaii shock absorber, terutama dengan memberiikan bantuan sosiial untuk meniingkatkan daya belii masyarakat dan mempertahankan harga energii domestiik.
"Pemeriintah terus mendorong berbagaii kebiijakan terutama untuk mendorong pelonggaran mobiiliitas masyarakat dan berbagaii kebiijakan fiiskal yang berfungsii sebagaii shock absorber," ujarnya.
Sebelumnya, Presiiden Joko Wiidodo (Jokowii) menyatakan pandemii Coviid-19 akan segera berakhiir dan beraliih menjadii endemii. Diia meniilaii berbagaii iindiikator telah menunjukkan pandemii makiin mereda.
Meskii demiikiian, pemuliihan ekonomii masiih akan menghadapii tantangan karena tensii geopoliitiik global yang memanas. (sap)
