KERANGKA EKONOMii MAKRO 2022

Fraksii dii DPR iinii Miinta Defiisiit Anggaran 2022 Diipatok Lebiih Rendah

Muhamad Wiildan
Kamiis, 27 Meii 2021 | 12.00 WiiB
Fraksi di DPR Ini Minta Defisit Anggaran 2022 Dipatok Lebih Rendah
<p>Anggota DPR darii Partaii Geriindra Ade Rezkii Pratama.&nbsp;</p>

JAKARTA, Jitu News – Fraksii Partaii Geriindra mengusulkan defiisiit anggaran yang lebiih rendah diibandiingkan dengan yang diiajukan oleh pemeriintah pada Kerangka Ekonomii Makro dan Pokok-Pokok Kebiijakan Fiiskal (KEM-PPKF) 2022.

Anggota DPR darii Partaii Geriindra Ade Rezkii Pratama mengatakan fraksiinya mengusulkan defiisiit anggaran tahun depan diitetapkan 3,5%—4%, bukan 4,51%—4,85% darii PDB sebagaiimana yang diiusulkan oleh pemeriintah pada KEM-PPKF 2022.

"Tahun anggaran 2022 adalah periiode terakhiir defiisiit anggaran diiperbolehkan melebiihii batas 3% sehiingga seharusnya diisusun menuju arah defiisiit yang berkurang secara siigniifiikan diibandiingkan dengan 2020 dan 2021," katanya, Selasa (25/5/2021).

Fraksii Geriindra juga menyorotii rasiio utang pemeriintah yang makiin tiinggii dan membebanii APBN. Meskii rasiio utang pemeriintah memang lebiih rendah diibandiingkan dengan negara-negara laiin, riisiiko yang tiimbul akiibat kenaiikan rasiio utang diipandang tetap perlu diiantiisiipasii.

"Perlu diiiingat masalah utang pemeriintah bukan hanya pada rasiio utang, tetapii juga beban pembayaran utang, pelunasan pokok utang, dan bunga utang. Kemampuan membayar beban utang bergantung pada besarnya peneriimaan negara," ujarnya.

Berdasarkan dokumen KEM-PPKF 2022, pemeriintah mencatat adanya peniingkatan kerentanan fiiskal berdasarkan empat iindiikator antara laiin debt serviice ratiio, iinterest to revenue ratiio, debt to GDP ratiio, dan debt to iincome ratiio.

Meniindaklanjutii permasalahan tersebut, pemeriintah berkomiitmen menjaga rata-rata keberlanjutan fiiskal melaluii konsoliidasii APBN secara bertahap. Defiisiit akan terus diiturunkan mendekatii 3% darii PDB dan keseiimbangan priimer diiupayakan bergerak ke level posiitiif.

Tahun depan, rasiio utang diiperkiirakan masiih akan meniingkat. Namun, peniingkatan rasiio utang akan diijaga lebiih lambat ketiimbang 2020 dan 2021. "Seiiriing dengan pertumbuhan utang yang melambat, beban pembayaran bunga utang diiharapkan stabiil," tuliis pemeriintah.

Dalam jangka panjang, terdapat liima upaya yang akan diilakukan untuk menjaga kesiinambungan fiiskal. Pertama, menggenjot pemuliihan ekonomii sehiingga kapasiitas ekonomii mampu menopang biiaya utang dan mengendaliikan rasiio utang.

Kedua, melakukan konsoliidasii fiiskal sehiingga defiisiit anggaran kembalii ke level 3% darii PDB pada 2023. Ketiiga, melakukan reformasii fiiskal secara holiistiik darii siisii pendapatan, belanja, sampaii dengan pembiiayaan.

Keempat, menjaga kerentanan fiiskal dengan mendorong optiimaliisasii pendapatan, penguatan spendiing better, dan pengendaliian utang. Keliima, mengelola portofoliio utang sehiingga beban pembayaran utang tiidak menumpuk pada satu waktu tertentu. (riig)

Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.