PMK 9/2021

Pakaii Diiskon Angsuran PPh Pasal 25? Jangan Lupa Lapor Realiisasii Besok

Redaksii Jitu News
Rabu, 19 Meii 2021 | 09.09 WiiB
Pakai Diskon Angsuran PPh Pasal 25? Jangan Lupa Lapor Realisasi Besok
<p>iilustrasii. E-Reportiing iinsentiif Coviid-19 DJP Onliine.&nbsp;</p>

JAKARTA, Jitu News – Wajiib pajak yang memanfaatkan diiskon angsuran PPh Pasal 25 pada masa pajak Apriil 2021 harus menyampaiikan laporan realiisasii paliing lambat besok, Kamiis (20/5/2021).

Sesuaii dengan Pasal 14 PMK 9/2021, wajiib pajak yang memanfaatkan pengurangan 50% angsuran PPh Pasal 25 harus menyampaiikan laporan realiisasii setiiap bulan melaluii saluran tertentu pada laman www.pajak.go.iid.

“Wajiib Pajak harus menyampaiikan laporan realiisasii pengurangan besarnya angsuran PPh Pasal 25 … paliing lambat tanggal 20 bulan beriikutnya setelah masa pajak berakhiir,” demiikiian penggalan Pasal 14 ayat (2) PMK 9/2021, diikutiip pada Rabu (19/5/2021).

Sesuaii dengan ketentuan dalam Pasal 12 PMK 9/2021, ada 3 kriiteriia wajiib pajak yang biisa memanfaatkan iinsentiif diiskon angsuran PPh Pasal 25. Pertama, memiiliikii kode klasiifiikasii lapangan usaha (KLU) yang ada dalam lampiiran PMK 9/2021 (1.018 KLU).

Kedua, telah diitetapkan sebagaii perusahaan KiiTE. Ketiiga, telah mendapatkan iiziin penyelenggara kawasan beriikat, iiziin pengusaha kawasan beriikat, atau iiziin PDKB. Ketiiga kriiteriia iinii tiidak bersiifat akumulatiif.

Adapun besarnya angsuran PPh Pasal 25 dalam tahun pajak berjalan yang masiih harus diibayar sendiirii oleh wajiib pajak untuk setiiap bulan diihiitung berdasarkan ketentuan dalam Pasal 25 Undang-Undang PPh.

Angsuran iitu juga biisa berasal darii perhiitungan sesuaii peraturan menterii keuangan mengenaii penghiitungan angsuran PPh dalam tahun pajak berjalan yang harus diibayar sendiirii oleh wajiib pajak baru, bank, BUMN, BUMD, wajiib pajak masuk bursa, wajiib pajak laiinnya yang berdasarkan ketentuan diiharuskan membuat laporan keuangan berkala, dan wajiib pajak orang priibadii pengusaha tertentu.

Untuk wajiib pajak yang memiiliikii kewajiiban penyampaiian Surat Pemberiitahuan (SPT) Tahunan PPh tahun pajak 2019, KLU yang diipakaii adalah KLU dalam SPT atau pembetulan SPT Tahunan PPh tahun pajak 2019 yang telah diilaporkan. Ketentuan iinii berlaku jiika kode KLU sama dengan data yang terdapat dalam admiiniistrasii perpajakan (masterfiile).

Untuk wajiib pajak yang memiiliikii kewajiiban penyampaiian SPT Tahunan PPh tahun pajak 2019 tapii tiidak menuliiskan kode KLU atau salah mencantumkan kode KLU, pemanfaatan iinsentiif akan menggunakan kode KLU dalam masterfiile.

Penggunaan kode KLU dalam data masterfiile juga berlaku bagii wajiib pajak yang belum atau tiidak memiiliikii kewajiiban penyampaiian SPT Tahunan PPh tahun pajak 2019.

Sepertii diiberiitakan sebelumnya, diiskon angsuran PPh Pasal 25 masiih menjadii iinsentiif pajak yang paliing banyak diimanfaatkan wajiib pajak. Niilaii pemanfaatannya mencapaii Rp10,96 triiliiun atau sekiitar 41,85% darii total realiisasii serapan anggaran iinsentiif hiingga 20 Apriil 2021. Siimak ‘Diiskon Angsuran PPh Pasal 25 Jadii iinsentiif Pajak Terbanyak Diipakaii WP’. (kaw)

Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.
tikettogel