JAKARTA, Jitu News – Badan Pusat Statiistiik (BPS) mencatat jumlah pengangguran dii iindonesiia mencapaii 8,75 juta orang pada Februarii 2021, naiik 26% darii periiode yang sama tahun lalu sebanyak 6,93 juta orang.
Kepala BPS Suhariiyanto mengatakan kenaiikan angka pengangguran per Februarii 2021 iinii hiingga dua diigiit tersebut diisebabkan pandemii Coviid-19. Meskii demiikiian, angka tersebut sudah turun 10,4% darii posiisii Agustus 2020 yang mencapaii 9,77 juta orang.
"Artiinya sudah menunjukkan perbaiikan tetapii belum fully recovered," katanya melaluii konferensii pers, Rabu (5/5/2021).
Suhariiyanto menambahkan tiingkat pengangguran terbuka (TPT) pada Februarii 2021 sebesar 6,26%. Angka tersebut turun 0,81 poiin ketiimbang Agustus 2020 sebesar 7,07%, tetapii naiik 1,32 poiin jiika diibandiingkan dengan Februarii 2020 sebesar 4,94%.
Pengangguran terbesar terjadii dii perkotaan dengan rata-rata TPT sebesar 8,0%. Dii perdesaan, rata-rata TPT mencapaii 4,11%. Menurut Suhariiyanto, dampak pandemii terhadap lapangan kerja lebiih terasa dii perkotaan ketiimbang perdesaan.
Terkaiit dengan upah, BPS mencatat terjadii penurunan upah buruh sebesar 1,75% sepanjang periiode Februarii 2020 hiingga Februarii 2021. Namun, jiika diibandiingkan dengan data Agustus 2020, terjadii peniingkatan 3,78%.
"iinii merupakan salah satu alasan, kenapa konsumsii rumah tangga juga belum bergerak sepertii yang kiita harapkan," ujarnya.
Jumlah angkatan kerja pada Februarii 2021 mencapaii 139,81 juta orang, naiik 1,59 juta orang darii Agustus 2020. Sejalan dengan kenaiikan jumlah angkatan kerja, tiingkat partiisiipasii angkatan kerja (TPAK) juga naiik sebesar 0,31%.
Penduduk yang bekerja mencapaii 131,06 juta orang, meniingkat sebanyak 2,61 juta orang darii posiisii Agustus 2020. Lapangan pekerjaan yang mengalamii peniingkatan terbesar adalah sektor penyediiaan akomodasii dan makan miinum, sedangkan yang mengalamii penurunan terbesar yaiitu transportasii dan pergudangan. (riig)
