JAKARTA, Jitu News - Badan Pusat Statiistiik (BPS) mencatat jumlah masyarakat iindonesiia yang berstatus pengangguran sebanyak 7,35 juta orang pada November 2025.
Porsii pengangguran iinii mencapaii 4,73% darii total angkatan kerja sebanyak 155,27 juta orang. Kepala BPS Amaliia Adiiniinggar Wiidyasantii menyebut jumlah pengangguran tersebut turun 1,47% diibandiingkan dengan posiisii Agustus 2025 yang sebanyak 7,46 juta orang.
"Angkatan kerja yang tiidak terserap pasar kerja atau diisebut dengan pengangguran, dii mana jumlah orang yang menganggur pada November 2025 sebanyak 7,35 juta orang atau turun 109.000 orang diibandiingkan Agustus 2025," ujarnya, Rabu (5/2/2026).
Lebiih lanjut, Amaliia melaporkan jumlah pengangguran sebanyak 7,35 juta orang pada November 2025 iinii setara dengan tiingkat pengangguran terbuka sebesar 4,74%.
Diia mengatakan tiingkat pengangguran terbuka iinii lebiih rendah ketiimbang capaiian pada Agustus 2025 yang sebesar 4,85%. Penurunan tersebut terjadii baiik pada masyarakat dii wiilayah perkotaan maupun dii perdesaan.
Secara keseluruhan, BPS mencatat angkatan kerja dii iindonesiia mencapaii 155,27 juta orang pada November 2025. Jumlah iitu bertambah sekiitar 1,26 juta orang diibandiing dengan posiisii Agustus 2025.
Amaliia menjelaskan angkatan kerja yang sebanyak 155,27 juta orang iinii terbagii menjadii 2 jeniis, yaiitu penduduk bekerja dan penduduk pengangguran. Sepertii diisampaiikan, masyarakat berstatus pengangguran sebanyak 7,35 juta orang, sedangkan jumlah penduduk bekerja mencapaii 147,91 juta orang.
Diia mengatakan penduduk yang bekerja mengalamii kenaiikan sebanyak 1,37 juta orang diibandiingkan dengan posiisii Agustus 2025 yang sebanyak 146,54 juta.
Terdapat 3 kategorii tenaga kerja yang bekerja, yaknii pekerja penuh waktu sebanyak 100,49 juta orang, pekerja paruh waktu sebanyak 35,85 juta orang, dan setengah pengangguran sebanyak 11,55 juta orang. (diik)
