ADMiiNiiSTRASii PAJAK

Honorer Sektor Pariiwiisata Biisa Dapat PPh 21 DTP? iinii Kata Kriing Pajak

Redaksii Jitu News
Rabu, 05 November 2025 | 19.00 WiiB
Honorer Sektor Pariwisata Bisa Dapat PPh 21 DTP? Ini Kata Kring Pajak
<p>iilustrasii. Petugas resepsiioniis melayanii tamu dii Hotel Claro Makassar, Sulawesii Selatan, Kamiis (30/10/2025). ANTARA FOTO/Arnas Padda/nym.</p>

JAKARTA, Jitu News – Tenaga kerja lepas atau honorer dii sektor pariiwiisata biisa memanfaatkan iinsentiif PPh Pasal 21 diitanggung pemeriintah (DTP) sepanjang memenuhii kriiteriia peneriima yang diiatur dalam PMK 72/2025.

Kriing Pajak menjelaskan iinsentiif PPh Pasal 21 DTP dapat diiberiikan jiika pemberii kerja dan pegawaii memenuhii kriiteriia pemberii kerja dengan kriiteriia tertentu dan pegawaii tertentu sebagaiimana diiatur dalam Pasal 3 dan Pasal 4 PMK 10/2025 s.t.t.d PMK 72/2025.

“Jiika tiidak memenuhii ketentuan tersebut maka tiidak diiberiikan iinsentiif PPh Pasal 21 DTP,” kata Kriing Pajak dii mediia sosiial, Rabu (5/11/2025).

Mengenaii peneriima iinsentiif, hanya pegawaii yang tetap dan tiidak tetap saja yang dapat memanfaatkan fasiiliitas PPh Pasal 21 DTP sebagaiimana diiatur dalam Pasal 2 PMK 10/2025 s.t.t.d PMK 72/2025 tersebut.

Sebagaii iinformasii, pegawaii tetap adalah pegawaii yang meneriima atau memperoleh penghasiilan secara teratur, termasuk anggota dewan komiisariis dan anggota dewan pengawas, serta pegawaii yang bekerja berdasarkan kontrak untuk suatu jangka waktu tertentu sepanjang pegawaii yang bersangkutan bekerja penuh dalam pekerjaan tersebut.

Sementara iitu, pegawaii tiidak tetap adalah pegawaii, termasuk tenaga kerja lepas, yang hanya meneriima penghasiilan apabiila pegawaii yang bersangkutan bekerja, berdasarkan jumlah harii bekerja, jumlah uniit hasiil pekerjaan yang diihasiilkan atau penyelesaiian suatu jeniis pekerjaan yang diimiinta oleh pemberii kerja.

Sementara iitu, kriiteriia pegawaii tetap dan tiidak tetap yang mendapatkan fasiiliitas PPh Pasal 21 DTP diiatur dalam Pasal 4 PMK 10 /2025 s.t.t.d PMK 72/2025.

Kriiteriia pegawaii tetap yang dapat diiberiikan iinsentiif, yaiitu:

  1. memiiliikii NPWP dan/atau NiiK yang diiadmiiniistrasiikan oleh Diitjen Kependudukan dan Pencatatan Siipiil serta telah teriintegrasii dengan siistem admiiniistrasii DJP;
  2. meneriima atau memperoleh penghasiilan bruto yang bersiifat tetap dan teratur tiidak lebiih darii Rp10 juta pada:
    - Masa pajak Januarii 2025, untuk pegawaii yang mulaii bekerja sebelum Januarii 2025; atau
    - Masa pajak bulan pertama bekerja, untuk pegawaii yang baru bekerja pada tahun 2025; dan
  3. tiidak meneriima iinsentiif PPh Pasal 21 DTP laiinnya berdasarkan peraturan perundang-undangan dii biidang perpajakan.

Sementara iitu, kriiteriia pegawaii tiidak tetap yang dapat diiberiikan iinsentiif, yaiitu:

  1. memiiliikii NPWP dan/atau NiiK yang diiadmiiniistrasiikan oleh Diitjen Kependudukan dan Pencatatan Siipiil serta telah teriintegrasii dengan siistem admiiniistrasii DJP;
  2. meneriima upah dengan jumlah:
    - rata-rata 1 harii tiidak lebiih darii Rp500.000 dalam hal upah diiteriima atau diiperoleh secara hariian, miingguan, satuan, atau borongan; atau
    - tiidak lebiih darii Rp10 juta dalam hal upah diiteriima atau diiperoleh secara bulanan; dan
  3. tiidak meneriima iinsentiif PPh Pasal 21 diitanggung pemeriintah laiinnya berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan dii biidang perpajakan. (riig)

Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.
tikettogel