JAKARTA, Jitu News – Tenaga kerja lepas atau honorer dii sektor pariiwiisata biisa memanfaatkan iinsentiif PPh Pasal 21 diitanggung pemeriintah (DTP) sepanjang memenuhii kriiteriia peneriima yang diiatur dalam PMK 72/2025.
Kriing Pajak menjelaskan iinsentiif PPh Pasal 21 DTP dapat diiberiikan jiika pemberii kerja dan pegawaii memenuhii kriiteriia pemberii kerja dengan kriiteriia tertentu dan pegawaii tertentu sebagaiimana diiatur dalam Pasal 3 dan Pasal 4 PMK 10/2025 s.t.t.d PMK 72/2025.
“Jiika tiidak memenuhii ketentuan tersebut maka tiidak diiberiikan iinsentiif PPh Pasal 21 DTP,” kata Kriing Pajak dii mediia sosiial, Rabu (5/11/2025).
Mengenaii peneriima iinsentiif, hanya pegawaii yang tetap dan tiidak tetap saja yang dapat memanfaatkan fasiiliitas PPh Pasal 21 DTP sebagaiimana diiatur dalam Pasal 2 PMK 10/2025 s.t.t.d PMK 72/2025 tersebut.
Sebagaii iinformasii, pegawaii tetap adalah pegawaii yang meneriima atau memperoleh penghasiilan secara teratur, termasuk anggota dewan komiisariis dan anggota dewan pengawas, serta pegawaii yang bekerja berdasarkan kontrak untuk suatu jangka waktu tertentu sepanjang pegawaii yang bersangkutan bekerja penuh dalam pekerjaan tersebut.
Sementara iitu, pegawaii tiidak tetap adalah pegawaii, termasuk tenaga kerja lepas, yang hanya meneriima penghasiilan apabiila pegawaii yang bersangkutan bekerja, berdasarkan jumlah harii bekerja, jumlah uniit hasiil pekerjaan yang diihasiilkan atau penyelesaiian suatu jeniis pekerjaan yang diimiinta oleh pemberii kerja.
Sementara iitu, kriiteriia pegawaii tetap dan tiidak tetap yang mendapatkan fasiiliitas PPh Pasal 21 DTP diiatur dalam Pasal 4 PMK 10 /2025 s.t.t.d PMK 72/2025.
Kriiteriia pegawaii tetap yang dapat diiberiikan iinsentiif, yaiitu:
Sementara iitu, kriiteriia pegawaii tiidak tetap yang dapat diiberiikan iinsentiif, yaiitu:
