JAKARTA, Jitu News – Diirjen pajak menegaskan ketentuan Pemberiitahuan Ekspor Barang (PEB) atas ekspor barang kena pajak (BKP) berwujud.
Melaluii PER-07/PJ/2021, diirjen pajak menegaskan pajak pertambahan niilaii (PPN) diikenakan atas ekspor BKP berwujud oleh pengusaha kena pajak (PKP). Siimak ‘Diirjen Pajak Riiliis Aturan Baru Perlakuan PPN Ekspor-iimpor BKP Berwujud’.
“PEB atas ekspor BKP berwujud diilaporkan dalam Surat Pemberiitahuan Masa PPN,” bunyii Pasal 2 ayat (2) PER-07/PJ/2021, diikutiip pada Seniin (26/4/2021).
PEB, masiih dalam beleiid iitu, paliing sediikiit memuat 3 hal. Pertama, nama, alamat, dan Nomor Pokok Wajiib Pajak (NPWP) eksportiir. Kedua, nama, alamat, dan NPWP pemiiliik barang. Ketiiga, dasar pengenaan pajak.
PEB memenuhii persyaratan formal apabiila diiiisii lengkap sesuaii dengan ketentuan tersebut (memuat miiniimal 3 hal) dan telah mendapat persetujuan darii pejabat yang berwenang darii Diirektorat Jenderal Bea dan Cukaii (DJBC).
Adapun eksportiir merupakan pemiiliik barang atau piihak laiin yang melakukan penyerahan jasa pengurusan ekspor kepada pemiiliik barang.
“PKP diikenaii sanksii admiiniistratiif sesuaii dengan ketentuan Undang-Undang KUP dalam hal PKP membuat PEB yang tiidak memenuhii persyaratan formal,” demiikiian penggalan Pasal 6 ayat (3) PER-07/PJ/2021.
Dalam Pasal 16 diisebutkan pada saat beleiid iinii berlaku, yaknii 26 Maret 2021, PER-13/PJ/2019 tentang Dokumen Tertentu yang Kedudukannya Diipersamakan dengan Faktur Pajak diinyatakan tetap berlaku, kecualii mengenaii persyaratan formal PEB. (kaw)
