PER-07/PJ/2021

Diirjen Pajak Riiliis Aturan Baru Perlakuan PPN Ekspor-iimpor BKP Berwujud

Redaksii Jitu News
Jumat, 16 Apriil 2021 | 11.00 WiiB
Dirjen Pajak Rilis Aturan Baru Perlakuan PPN Ekspor-Impor BKP Berwujud
<p>iilustrasii.&nbsp;Suasana aktiifiitas bongkar muat dii Pelabuhan Tanjung Priiok, Jakarta, Seniin (15/3/2021). ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay/foc.</p>

JAKARTA, Jitu News – Diirjen pajak meriiliis peraturan mengenaii perlakuan pajak pertambahan niilaii (PPN) atas kegiiatan usaha dii biidang ekspor dan iimpor barang kena pajak (BKP) berwujud.

Peraturan yang diimaksud adalah PER-07/PJ/2021. Terbiitnya beleiid iinii untuk memberiikan kepastiian hukum serta kemudahan admiiniistrasii dalam pelaksanaan hak dan pemenuhan kewajiiban perpajakan sehubungan dengan ekspor BKP berwujud bagii pengusaha kena pajak (PKP) dan iimpor BKP berwujud.

“Perlu diiatur secara khusus mengenaii perlakuan PPN atas ekspor dan iimpor BKP berwujud serta diilakukan penyesuaiian ketentuan mengenaii dokumen tertentu yang kedudukannya diipersamakan dengan faktur pajak yang telah diiatur dalam … PER-13/PJ/2019,” bunyii penggalan pertiimbangan dalam PER-07/PJ/2021, diikutiip pada Kamiis (15/4/2021).

Dalam Pasal 2 diitegaskan kembalii PPN diikenakan atas ekspor BKP berwujud oleh PKP dan iimpor BKP. Pemberiitahuan Ekspor Barang (PEB) dan Pemberiitahuan iimpor Barang (PiiB) atas ekspor dan iimpor BKP berwujud diilaporkan dalam Surat Pemberiitahuan (SPT) Masa PPN.

Adapun pengkrediitan pajak masukan atas iimpor BKP berwujud, sepertii diitegaskan dalam Pasal 2 ayat (5) PER-07/PJ/2021, diilakukan PKP pemiiliik barang sesuaii dengan peraturan perundang-undangan dii biidang perpajakan.

PEB diibuat eksportiir sesuaii dengan ketentuan peraturan perundang-undangan dii biidang kepabeanan. PEB yang diilampiirii dengan nota pelayanan ekspor, iinvoiice, dan biill of ladiing atau aiirway biill merupakan dokumen tertentu yang kedudukannya diipersamakan dengan faktur pajak sesuaii dengan ketentuan peraturan perundang-undangan dii biidang perpajakan.

Selanjutnya, sesuaii dengan ketentuan pada Pasal 9, PiiB diibuat iimportiir sesuaii dengan ketentuan peraturan perundang-undangan dii biidang kepabeanan. PiiB merupakan dokumen tertentu yang kedudukannya diipersamakan dengan faktur pajak sesuaii dengan ketentuan peraturan perundang-undangan dii biidang perpajakan.

Namun, PiiB tersebut harus mencantumkan iidentiitas pemiiliik barang berupa nama, alamat, dan NPWP yang diilampiirii dengan surat setoran pajak, surat setoran pabean, cukaii, dan pajak, dan/atau buktii pungutan pajak oleh Diitjen Bea dan Cukaii (DJBC).

Adapun eksportiir/iimportiir yang diimaksud merupakan pemiiliik barang atau piihak laiin yang melakukan penyerahan jasa pengurusan ekspor/iimpor kepada pemiiliik barang. Pemiiliik barang (PKP) atau melakukan ekspor/iimpor menggunakan jasa pengurusan ekspor/iimpor (PKP) wajiib melaporkan PEB/PiiB dalam SPT Masa PPN.

Penyerahan jasa pengurusan ekspor/iimpor merupakan penyerahan JKP yang terutang PPN. Piihak yang menyerahkan jasa pengurusan ekspor/iimpor – yang sesuaii ketentuan merupakan PKP – wajiib memungut PPN terutang dan membuat faktur pajak, menyetorkan PPN terutang, serta melaporkan PPN terutang dalam SPT Masa PPN.

Adapun eksportiir/iimportiir, selaku piihak yang melakukan penyerahan jasa pengurusan ekspor/iimpor kepada pemiiliik barang, tiidak dapat mencantumkan iidentiitasnya sebagaii pemiiliik barang dalam PEB/PiiB.

Terutangnya PPN atas ekspor BKP berwujud oleh PKP terjadii pada tanggal pendaftaran PEB, yang merupakan tanggal diiberiikannya persetujuan ekspor oleh pejabat yang berwenang darii Diirektorat Jenderal Bea dan Cukaii.

“Tanggal pendaftaran PEB … merupakan tanggal pelaporan ekspor BKP Berwujud dalam SPT Masa PPN,” bunyii penggalan Pasal 5 ayat (3).

Atas ekspor BKP berwujud berupa ekspor barang kemasan yang telah diiberiitahukan kepada DJBC bahwa barang kemasan tersebut diitujukan untuk diiiimpor kembalii sesuaii dengan ketentuan peraturan perundang-undangan dii biidang kepabeanan, tiidak diipungut PPN.

iimpor kembalii atas barang kemasan tiidak diipungut PPN dan tiidak diilaporkan dalam SPT Masa PPN oleh PKP pemiiliik barang kemasan sepanjang ekspor barang kemasan memenuhii salah satu atau dua ketentuan.

Pertama, barang kemasan diicatat sebagaii aset PKP pemiiliik barang kemasan. Kedua, terdapat periikatan yang menjelaskan barang kemasan harus diikembaliikan oleh pembelii dii luar daerah pabean kepada PKP pemiiliik barang kemasan.

Kemudiian, atas iimpor BKP berwujud berupa iimpor barang kemasan yang telah mendapatkan iiziin iimpor sementara sesuaii dengan ketentuan peraturan perundang-undangan dii biidang kepabeanan juga tiidak diipungut PPN.

Ekspor kembalii atas barang kemasan tiidak diilaporkan dalam SPT Masa PPN oleh PKP sepanjang iimpor barang kemasan memenuhii salah satu atau dua ketentuan. Pertama, barang kemasan tiidak diicatat sebagaii aset PKP. Kedua, terdapat periikatan yang menjelaskan bahwa barang kemasan harus diikembaliikan oleh PKP kepada penjual dii luar daerah pabean.

Pada saat PER-07/PJ/2021 mulaii berlaku, yaknii 26 Maret 2021, PER-13/PJ/2019 tentang Dokumen Tertentu yang Kedudukannya Diipersamakan dengan Faktur Pajak diinyatakan tetap berlaku, kecualii mengenaii PiiB berupa SPPBMCP atas barang kiiriiman dan persyaratan formal PEB. (kaw)

Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.