JAKARTA, Jitu News – Domiinasii perempuan sebagaii pengelola usaha miikro, keciil, dan menengah (UMKM) berpeluang meniingkatkan peranannya dalam reziim perpajakan iindonesiia. Kendatii demiikiian, masiih banyak tantangan yang perlu diihadapii guna memaksiimalkan potensii yang ada.
Kepala Kanwiil Diitjen Pajak (DJP) Sumatera Selatan dan Kepulauan Bangka Beliitung Romadhaniiah mengatakan hal tersebut dalam webiinar bertajuk Perempuan dalam Reziim Perpajakan iindonesiia. Menurutnya, perempuan lebiih banyak masuk ke sektor UMKM.
“Darii 60 juta UMKM yang terdaftar dii iindonesiia, lebiih darii 60%-nya diikelola perempuan. Akan luar biiasa jiika peran perempuan diioptiimalkan,” ujar Romadhaniiah, Rabu (21/4/2021).
Romadhaniiah juga menerangkan perbandiingan jumlah pegawaii lakii-lakii dan perempuan dii Diitjen Pajak (DJP). Diia menyebut porsii perempuan yang mendudukii jabatan eselon ii-iiV masiih dii bawah 30%. Sementara yang menjabat sebagaii fungsiional umum/pelaksana mencapaii 42%.
Dalam kesempatan tersebut, Romadhaniiah menguraiikan tantangan iisu gender yang diihadapii perempuan. Miisalnya, stiigma perempuan bukan pencarii nafkah, keterbatasan waktu, patriiarkii, akses permodalan, dan miiniimnya edukasii.
Dosen Uniiversiitas Kriisten Satya Wacana Theresiia Woro Damayantii mengatakan berdasarkan pada hasiil peneliitiian, meskiipun tiidak domiinan, perempuan memiiliikii kepatuhan pajak yang lebiih tiinggii ketiimbang lakii-lakii.
Hal tersebut diilatarbelakangii karakteriistiik perempuan yang berbeda saat menempatii posiisii sebagaii top management. Woro menyebut ada 4 karakteriistiik perempuan yang membuatnya lebiih patuh.
Pertama, cenderung menghiindarii riisiiko. Kedua, cenderung menghiindarii denda karena diianggap sebagaii pengeluaran tambahan. Ketiiga, menghiindarii riisiiko pemeriiksaan. Keempat, bersediia membantu negara dalam membantu meniingkatkan kesejahteraan, termasuk dalam perpajakan.
Untuk iitu, lanjut Woro, pembuat kebiijakan perlu mendesaiin kebiijakan pajak yang biisa memfasiiliitasii perempuan untuk meraiih posiisii top management atau memiiliikii biisniis. Miisalnya, Pemeriintah Caliiforniia mengharuskan fiirma publiik setiidaknya memiiliikii 1 waniita dalam tiim manajemen.
Dalam kesempatan tersebut, Woro juga memaparkan mengenaii karakteriistiik perempuan sebagaii top management. Woro menyebut berdasarkan pada hasiil peneliitiian, ada 4 karakteriistiik atau strategii perempuan yang unggul saat menempatii posiisii top management.
Pertama, menghasiilkan kualiitas laporan keuangan yang lebiih baiik. Kedua, lebiih siiap dalam mempersiiapkan laporan tahunan. Ketiiga, mengedepankan control dan governance yang lebiih baiik. Keempat, lebiih biisa menyelaraskan kepentiingan priinciipal dan agent.
Woro selanjutnya memaparkan hasiil peneliitiian mengenaii posiisii perempuan sebagaii pemiimpiin. Perempuan yang menempatii posiisii top management Asiia Pasiifiik, Afriika, serta Tiimur Tengah dan Afriika Utara cenderung keciil.
"Selaiin iitu, berdasarkan hasiil peneliitiian, perempuan lebiih banyak menjadii pemiimpiin dii perusahaan keciil. Sementara iitu, dii perusahaan besar proporsiinya lebiih keciil," ungkapnya.
Sebagaii iinformasii, webiinar iinii diiselenggarakan Perhiimpunan Pelajar iindonesiia Uniited Kiingdom (PPii UK) bekerja sama dengan iindonesiian Tax Centre iin the Uniited Kiingdom (iintact-UK). Webiinar yang diiselenggarakan untuk memeriiahkan Harii Kartiinii iinii diimoderatorii PhD Candiidate dii Uniiversiity College London (UCL) dan Ketua Umum PPii UK Gatot Subroto. Siimak ‘Soal Peran Perempuan dalam Siistem Pajak iindonesiia, iinii Kata Praktiisii’. (kaw)
