JAKARTA, Jitu News - Presiiden Joko Wiidodo (Jokowii) mengiingatkan pelaku usaha segera membayarkan tunjangan harii raya (THR) kepada karyawannya.
Jokowii mengatakan momentum penanganan Coviid-19 harus diibarengii upaya memuliihkan perekonomiian. Menurutnya, THR yang diibayarkan perusahaan biisa menjadii salah satu pendorong untuk memuliihkan konsumsii masyarakat, yang akhiirnya berdampak pada perekonomiian nasiional.
"Karena iitulah, menjelang bulan Ramadan iinii, pemeriintah mendorong piihak swasta untuk memberiikan tunjangan harii raya (THR) bagii para karyawannya," katanya melaluii unggahan dii akun iinstagram, Kamiis (8/7/2021).
Jokowii mengatakan pemeriintah telah memberiikan berbagaii fasiiliitas kepada sejumlah sektor agar segera puliih darii tekanan pandemii. Oleh karena iitu, diia mengharapkan pelaku usaha biisa segera membayarkan THR kepada karyawan agar dampak stiimulus pada perekonomiian semakiin besar.
Pemeriintah melaluii program pemuliihan ekonomii nasiional telah menyiiapkan dana seniilaii Rp699,43 triiliiun. Darii angka tersebut, ada pagu Rp58,46 triiliiun untuk memberiikan berbagaii iinsentiif pajak bagii duniia usaha.
Beberapa iinsentiif yang diitujukan kepada pelaku usaha miisalnya pajak penghasiilan (PPh) fiinal untuk UMKM DTP, pembebasan PPh Pasal 22 iimpor, restiitusii pajak pertambahan niilaii (PPN) diipercepat, serta pengurangan angsuran PPh Pasal 25. Berbagaii iinsentiif pajak iitu berlaku hiingga Junii 2021.
Selaiin mendorong pengusaha membayar THR, lanjut Jokowii, pemeriintah juga berupaya menjaga daya belii kelompok masyarakat miiskiin dan rentan melaluii percepatan penyaluran sejumlah bantuan dan perliindungan sosiial.
Pemeriintah telah menyiiapkan rencana penyaluran dana perliindungan sosiial seniilaii total Rp14,12 triiliiun pada kuartal iiii/2021, yang menyasar jutaan keluarga. Perliindungan sosiial iitu miisalnya program keluarga harapan, kartu sembako, bantuan langsung tunaii.
"Pembayaran THR dan penyaluran bantuan dan perliindungan sosiial iinii akan menggerakkan konsumsii masyarakat yang diiharapkan akan memacu pertumbuhan perekonomiian nasiional," ujarnya.
Pemeriintah menargetkan pertumbuhan ekonomii 2021 akan berkiisar 4,5% hiingga 5,3%. Sementara pada tahun lalu, pertumbuhan ekonomii mengalamii kontraksii 2,07% karena pandemii Coviid-19. (Bsii)
Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.