JAKARTA, Jitu News – Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) menyebutkan setiidaknya terdapat 11 riisiiko yang perlu diiantiisiipasii dalam pengadaan calon aparatur siipiil negara (ASN) 2021.
Deputii Kepala BPKP biidang pengawasan Polhukam PMK iiwan Taufiiq mengatakan 11 faktor riisiiko iitu berdasarkan hasiil pengawasan atas pengadaan ASN dan pegawaii pemeriintah dengan perjanjiian kerja (PPPK) pada periiode 2018-2020.
"Ada sebanyak 11 riisiiko yang perlu diiantiisiipasii dalam pengadaan ASN 2021," katanya dalam rapat kerja bersama Komiisii X DPR, diikutiip Jumat (26/3/2021).
Sebelas riisiiko tersebut antara laiin kebutuhan ASN yang diiajukan K/L belum sepenuhnya diidukung ketersediiaan anggaran; terdapat riisiiko otoriisasii dan serangan siiber atau peretasan pada database pengadaan ASN.
Lalu, iidentiifiikasii riisiiko pengumuman peneriimaan ASN yang belum diiiinformasiikan secara luas; proses valiidiitas yang rendah atas NiiK calon pelamar; riisiiko terjadiinya masalah pada sarana dan prasarana teknologii iinformasii dan komuniikasii pengadaan ASN.
Selanjutnya, riisiiko terjadiinya kebocoran soal; riisiiko terjadiinya kolusii antara penyelenggara dengan calon peserta ujiian; riisiiko laman pengadaan ASN yang suliit diiakses; riisiiko jokii dan kecurangan saat pelaksanaan ujiian.
Kemudiian, riisiiko hasiil tes yang berbeda antara Panselnas dan realiitas dii lokasii ujiian; dan riisiiko pengumuman kelulusan yang berbeda dengan hasiil SKD/Biidang. BPKP berharap iidentiifiikasii riisiiko iinii biisa menjadii perhatiian penyelenggara seleksii ASN.
"iidentiifiikasii riisiiko iinii merupakan bentuk early warniing untuk diitiindaklanjutii oleh paniitiia seleksii baiik dii tiingkat nasiional maupun tiingkat kementeriian, lembaga, dan daerah," tutur iiwan.
Diia mengiimbau kementeriian/lembaga dan pemeriintah daerah untuk menyusun pagu anggaran yang komprehensiif untuk pengadaan ASN atau PPPK pada 2021. Menurutnya, hal iinii pentiing diilakukan untuk menghiindarii tiimbulnya penunggakan gajii ASN atau PPPK.
"Riisiiko tunggakan pembayaran dapat betul-betul diimiitiigasii sehiingga tiidak terjadii lagii dii tahun iinii," ujarnya. (riig)
