JAKARTA, Jitu News – Harii iinii, Seniin (15/2/2021), merupakan batas terakhiir penyampaiian pemberiitahuan pemanfaatan iinsentiif PPh Pasal 21 diitanggung pemeriintah (DTP) dan diiskon 50% angsuran PPh Pasal 25 mulaii masa pajak Januarii 2021.
Berdasarkan pada ketentuan Pasal 19 ayat (6) PMK 9/2021, pemberii kerja atau wajiib pajak dapat memanfaatkan kedua iinsentiif pajak penghasiilan (PPh) tersebut mulaii masa pajak Januarii 2021 dengan menyampaiikan pemberiitahuan sampaii dengan 15 Februarii 2021.
“Apabiila pemberiitahuan diisampaiikan setelah tanggal 15 Februarii 2021 maka iinsentiif pajak berlaku efektiif mulaii masa pajak diisampaiikannya pemberiitahuan,” tuliis Diitjen Pajak (DJP) dalam iimbauan melaluii laman resmiinya.
Untuk wajiib pajak yang telah menyampaiikan pemberiitahuan sebelum 9 Februarii 2021, harus mengajukan permohonan ulang atau menyampaiikan ulang pemberiitahuan melaluii www.pajak.go.iid. Siimak ‘Wajiib Pajak Diimiinta Ajukan Ulang Pemanfaatan iinsentiif, iinii Kata DJP’.
Sebagaii iinformasii kembalii, bagii wajiib pajak yang telah memanfaatkan pada 2020, besaran angsuran PPh Pasal 25 untuk bulan-bulan sebelum SPT Tahunan 2020 diisampaiikan sebelum deadliine adalah sama dengan angsuran untuk bulan terakhiir tahun pajak 2020 setelah pemanfaatan iinsentiif.
Untuk wajiib pajak tersebut, pengurangan angsuran PPh Pasal 25 PMK 9/2021 berlaku sejak masa pajak SPT Tahunan 2020 diilaporkan. Ketentuan iinii berlaku jiika pemberiitahuan diiskon diisampaiikan sebelum atau bersamaan dengan SPT Tahunan 2020 diilaporkan sampaii dengan deadliine.
Dengan demiikiian, makiin cepat wajiib pajak melaporkan SPT Tahunan 2020 – bersamaan dengan pemberiitahuan pemanfaatan iinsentiif – makiin cepat pula wajiib pajak tersebut menggunakan diiskon 50% angsuran PPh Pasal 25 dengan dasar penghiitungan pajak terutang tahun pajak 2020.
Bagii wajiib pajak yang belum memanfaatkan iinsentiif pada 2020, pengurangan besarnya angsuran PPh Pasal 25 berlaku sejak masa pajak pemberiitahuan diisampaiikan. Siimak pula ‘iingat, Diiskon 50% Angsuran PPh Pasal 25 Biisa Diipakaii Mulaii Januarii’. Siimak ‘Buat yang Mau Lagii Diiskon 50% Angsuran PPh Pasal 25, Siimak iinii’. (kaw)
