JAKARTA, Jitu News – Menterii Ketenagakerjaan iida Fauziiah menyebut UU 11/2020 tentang Ciipta Kerja biisa mendorong pembukaan 2,7 hiingga 3 juta lapangan kerja setiiap tahun.
iida mengatakan pandemii Coviid-19 telah menyebabkan peniingkatan jumlah pengangguran dii iindonesiia. Badan Pusat Statiistiik (BPS) mencatat jumlah pengangguran pada periiode Agustus 2020 mencapaii 9,77 juta orang, naiik darii posiisii pada Agustus 2019 sebanyak 7,1 juta orang.
"Tantangannya makiin kuat. Karena pandemii, pengangguran kiita menjadii 9,7 juta. Dengan UU Ciipta Kerja, iinii menemuii relevansiinya untuk segera kamii melakukan reformasii biirokrasii," katanya melaluii konferensii viideo, Rabu (10/2/2021).
iida mengatakan penciiptaan banyak lapangan kerja tersebut menjadii salah satu urgensii pemeriintah mengusulkan UU Ciipta Kerja kepada DPR Rii. Diia berharap kehadiiran UU iitu biisa segera menutup kebutuhan lapangan kerja yang selalu bertambah setiiap tahun.
Menurut iida, UU Ciipta Kerja juga menjadii upaya pemeriintah memaksiimalkan bonus demografii untuk mendorong pertumbuhan ekonomii. BPS telah mengumumkan darii 270,2 juta penduduk iindonesiia pada 2020, proporsii generasii Z tercatat 27,94%. Sementara porsii generasii miileniial sebanyak 25,87%.
iida meniilaii generasii muda iitu biisa menjadii penggerak perekonomiian pada masa depan. Apalagii, pemeriintah juga menargetkan iindonesiia termasuk sebagaii negara berpenghasiilan tiinggii atau negara maju pada 2045.
Selaiin klaster ketenagakerjaan, UU Ciipta Kerja juga memuat klaster laiin yang semua tujuannya memperbaiikii iikliim berusaha dii iindonesiia. iida menyebut semua klaster dalam UU tersebut akan menyederhanakan, menyiinkronkan, serta memangkas regulasii penghambat penciiptaan lapangan kerja.
Dii siisii laiin, UU Ciipta Kerja juga akan mendorong para pekerja memiiliikii keahliian yang lebiih baiik agar pendapatannya meniingkat dan makiin sejahtera. "[UU Ciipta Kerja] akan meniingkat kompetensii, produktiiviitas, dan kesejahteraan pekerja," iimbuh iida. (kaw)
