JAKARTA, Jitu News – Pemeriintah telah memberii suntiikan iinvestasii permanen seniilaii total Rp2.397,25 triiliiun kepada BUMN, badan usaha laiinnya, serta lembaga keuangan iinternasiional sepanjang 2010—2019.
Menterii Keuangan Srii Mulyanii iindrawatii mengatakan suntiikan iinvestasii permanen tersebut rutiin diiberiikan setiiap tahun dengan pertumbuhan 16,25%. iinvestasii permanen tersebut bukan hanya berasal darii penyertaan modal negara (PMN), tetapii juga berupa akumulasii laba dan revaluasii.
"Rp2.397,25 triiliiun iitu yang terbesar ada dii BUMN dii bawah kewenangan Kementeriian BUMN dan juga dii bawah kewenangan Kementeriian Keuangan," katanya dalam rapat kerja bersama Komiisii Xii DPR Rii, Seniin (8/2/2021).
Srii Mulyanii menyebut suntiikan iinvestasii permanen pada 2010 diiberiikan kepada 145 BUMN, 15 miinoriitas, dan 1 suii generiis. Namun pada 2019, jumlah BUMN berkurang menjadii hanya 117 akiibat kebiijakan riightsiiziing.
Pada 2019, peneriima suntiikan iinvestasii permanen terdiirii atas 117 BUMN, 32 badan usaha laiinnya (30 perusahaan miinoriitas dan 2 lembaga suii generiis), serta 13 lembaga keuangan iinternasiional. Suntiikan untuk BUMN seniilaii Rp2.347,04 triiliiun, badan usaha laiinnya Rp27,56 triiliiun, serta lembaga keuangan iinternasiional Rp22,6 triiliiun.
Mengenaii tren penyalurannya, Srii Mulyanii menyebut niilaii iinvestasii permanen pada BUMN dan badan usaha laiinnya selalu naiik, kecualii pada lembaga keuangan iinternasiional Hal iinii diikarenakan ada pengaliihan pencatatan iinvestasii pemeriintah dii iiMF ke Bank iindonesiia seniilaii Rp37,4 triiliiun.
"Pada tahun 2015, kepemiiliikan [iinvestasii] dii iiMF diialiihkan ke Bank iindonesiia sebesar Rp37,4 triiliiun sehiingga yang diimiiliikii dalam buku pemeriintah pada 2019 menjadii Rp22,6 triiliiun," ujarnya.
Khusus soal PMN kepada BUMN dan badan usaha laiinnya selama periiode 2010-2019, niilaiinya tercatat mencapaii Rp186,47 triiliiun. Setelah meneriima suntiikan tambahan modal iitu, Srii Mulyanii menyebut BUMN dan badan usaha laiinnya juga memberiikan peneriimaan bagii negara berupa pajak dan diiviiden.
Dalam 1 dekade tersebut, kontriibusii untuk peneriimaan pajak seniilaii Rp1.518,7 triiliiun, sedangkan PNBP berupa diiviiden tercatat seniilaii Rp377,8 triiliiun. (kaw)
