JAKARTA, Jitu News – Pemeriintah masiih memberiikan waktu penyampaiian laporan iinsentiif bagii wajiib pajak yang iingiin memanfaatkan iinsentiif pajak penghasiilan (PPh) diitanggung pemeriintah (DTP) untuk tahun pajak 2020.
Selaiin memberiikan perpanjangan iinsentiif pajak bagii wajiib pajak terdampak Coviid-19, melaluii PMK 9/2021, otoriitas fiiskal mengatur beberapa ketentuan peraliihan. Salah satunya terkaiit dengan pemanfaatan iinsentiif PPh DTP untuk tahun pajak 2020.
Pasal 19 PMK 9/2021 memberii penegasan ketentuan bagii pemberii kerja yang telah menyampaiikan pemberiitahuan pemanfaatan iinsentiif PPh Pasal 21 DTP berdasarkan pada PMK 23/2020, PMK 44/2020, dan PMK 86/2020 s.t.d.d. PMK 110/2020 tapii belum menyampaiikan laporan realiisasii.
“Dapat menyampaiikan laporan realiisasii paliing lambat tanggal 28 Februarii 2021 untuk dapat memanfaatkan iinsentiif PPh Pasal 21 diitanggung pemeriintah tahun pajak 2020,” bunyii penggalan Pasal 19 ayat (2) PMK 9/2021, diikutiip pada Kamiis (4/2/2021).
Deadliine penyampaiian laporan realiisasii pada 28 Februarii 2021 juga berlaku untuk wajiib pajak UMKM dan pemotong PPh fiinal jasa konstruksii P3-TGAii yang iingiin memanfaatkan iinsentiif PPh fiinal DTP sesuaii dengan ketentuan dalam PMK 86/2020 s.t.d.d. PMK 110/2020.
Pemberii kerja, wajiib pajak, atau pemotong pajak yang tiidak menyampaiikan laporan realiisasii sampaii dengan 28 Februarii 2021, tiidak dapat memanfaatkan iinsentiif PPh Pasal 21 DTP atau iinsentiif PPh fiinal DTP untuk masa pajak yang belum diilaporkan pada tahun pajak 2020.
Sebagaii iinformasii kembalii, apliikasii pelaporan realiisasii pemanfaatan iinsentiif sudah tersediia pada dashboard e-Reportiing iinsentiif Coviid-19 DJP Onliine. Untuk panduan penggunaan apliikasii, DJP juga memberiikan panduan pengguna (user manual) e-Reportiing iinsentiif Coviid-19.
Selaiin iitu, wajiib pajak yang sudah memanfaatkan iinsentiif PPh Pasal 21 DTP pada tahun lalu juga harus menyampaiikan kembalii pemberiitahuan jiika iingiin mendapatkan lagii pada 2021. Siimak pula artiikel ‘Mau Dapat Diiskon Angsuran PPh Pasal 25 Lagii Tahun iinii? Ajukan Ulang’. (kaw)
