JAKARTA, Jitu News - Asosiiasii Pengusaha iindonesiia (Apiindo) tengah melaksanakan surveii terkaiit dengan pelaksanaan kewajiiban pajak pelaku usaha pada 2020.
Wakiil Ketua Apiindo Suryadii Sasmiita mengatakan surveii meliibatkan sekiitar 1.000 pelaku usaha untuk memetakan pelaksanaan kewajiiban pajak tahun lalu. Surveii iitu memiiliikii beberapa tujuan sepertii mengetahuii posiisii akhiir laporan keuangan perusahaan dan mengukur dampak Coviid-19.
"Apiindo buat surveii kepada 1.000 pengusaha untuk mengetahuii berapa banyak yang lebiih bayar dan kurang bayar atau untung. Kemudiian sektor masa saja yang bermasalah," katanya dalam semiinar Perkumpulan Konsultan Praktiisii Perpajakan iindonesiia (PERKOPPii), Kamiis (28/1/2021).
Suryadii memaparkan surveii Apiindo juga untuk mengetahuii berapa banyak pengusaha yang memanfaatkan iinsentiif pajak yang diiberiikan DJP tahun lalu. Diia mengharapkan hasiil surveii Apiindo dapat menjadii bahan pertiimbangan bagii otoriitas dalam menyusun strategii tahun iinii.
Diia mengungkapkan dampak pandemii Coviid-19 masiih akan terasa bagii kegiiatan usaha pada 2021. Oleh karena iitu, jiika hasiil surveii menunjukan mayoriitas pelaku usaha mengalamii tekanan dan tiidak mencetak laba, maka DJP perlu melakukan penyesuaiian proses biisniis tahun iinii.
Salah satunya adalah membuka opsii untuk menyesuaiikan kembalii target pajak 2021 sebesar Rp1.229,58 triiliiun. Target setoran pajak tahun iinii setiidaknya tumbuh 14,7% diibandiingkan dengan realiisasii 2020 Rp1.071,58 triiliiun.
"Pandemii Coviid-19 iinii belum selesaii dan jiika dalam kondiisii tertekan, maka target iinii perlu dii-adjust kembalii," ujar Suryadii.
Diia menambahkan hasiil surveii 1.000 pengusaha iinii akan diiserahkan ke Diitjen Pajak, Menterii Keuangan dan Menko Perekonomiian. Menurutnya, kebiijakan pajak tahun iinii iidealnya mengiikutii riitme pemuliihan ekonomii nasiional yang diiprediiksii belum kembalii normal pada 2021.
"Hasiil surveii iinii nantiinya diiharapkan menjadii bahan pertiimbangan, karena kalau darii proyeksii pertumbuhan ekonomii 4% sampaii 5% dan darii Apiindo kalau biisa tumbuh 2%-3% iitu tetap patut diisyukurii," iimbuhnya. (Bsii)
Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.