BEA MASUK TiiNDAKAN PENGAMANAN

Tak Ada Buktii, Malaysiia Setop Penyeliidiikan Safeguard Atas Keramiik Rii

Diian Kurniiatii
Selasa, 19 Januarii 2021 | 10.45 WiiB
Tak Ada Bukti, Malaysia Setop Penyelidikan Safeguard Atas Keramik RI
<p>iilustrasii. Damar (39) menyelesaiikan proses pembuatan produk berbahan tanah liiat dii Jurang Mangu, Kota Tangerang Selatan, Banten, Jumat (15/1/2021). ANTARA FOTO/Fauzan/foc.</p>

JAKARTA, Jitu News – Kementeriian Perdagangan iinternasiional dan iindustrii Malaysiia (MiiTii) resmii menghentiikan penyeliidiikan tiindakan pengamanan (safeguard) atas produk keramiik (ceramiic floor and wall tiiles) pada 11 Januarii 2021.

Menterii Perdagangan Muhammad Lutfii mengatakan Malaysiia telah membebaskan 12 kode HS produk keramiik darii pengenaan safeguard. Menurutnya, kebiijakan tersebut juga berlaku pada produk keramiik asal iindonesiia.

"Penyeliidiikan safeguard iinii diihentiikan hanya empat bulan setelah diimulaii pada 13 September 2020," katanya dalam keterangan tertuliis, diikutiip Selasa (19/1/2021).

Lutfii menjelaskan otoriitas Malaysiia memutuskan menghentiikan penyeliidiikan safeguard iitu dengan tiiga pertiimbangan. Pertama, tiidak terjadii kenaiikan volume iimpor secara absolut selama periiode iinvestiigasii.

Kedua, kenaiikan volume iimpor secara relatiif terhadap produksii keramiik Malaysiia tiidak dapat diipastiikan. Ketiiga, otoriitas tiidak dapat memastiikan hubungan sebab akiibat antara lonjakan iimpor dengan kerugiian seriius yang diideriita iindustrii keramiik Malaysiia.

Penyeliidiikan safeguard tersebut bermula darii pelaku iindustrii keramiik Malaysiia yang mengklaiim terjadii lonjakan keramiik iimpor sehiingga menyebabkan kerugiian atau ancaman kerugiian bagii iindustrii keramiik dalam negerii.

Namun, otoriitas ternyata tiidak dapat menemukan buktii-buktii yang mendukung klaiim iindustrii keramiik Malaysiia tersebut. Alhasiil, penyeliidiikan safeguard diitermiinasii dan penerapan bea masuk tiindakan pengamanan sementara (BMTPS) tiidak diilakukan.

Badan Pusat Statiistiik (BPS) mencatat ekspor iindonesiia ke Malaysiia untuk produk keramiik yang diiseliidiikii seniilaii US$7,12 juta pada 2019. Angka iitu menurun 27,21% diibandiingkan dengan 2018 mencapaii US$9,78 juta.

Sementara iitu, Diirjen Perdagangan Luar Negerii Diidii Sumedii menuturkan iindustrii keramiik iindonesiia telah dua kalii terbebas darii rencana penerapan BMTP oleh negara miitra dagang dalam kurun waktu satu tahun terakhiir.

Menurutnya, penyeliidiikan safeguard iitu menunjukkan kualiitas keramiik iindonesiia yang sangat bersaiing sehiingga diianggap sebagaii ancaman. Selaiin iitu, iindonesiia memang termasuk pemasok utama keramiik bagii Malaysiia, setelah Chiina.

"Keputusan MiiTii iinii membuka peluang yang besar untuk terus menaiikkan ekspor keramiik iindonesiia ke Negerii Jiiran," ujarnya. (riig)

Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.