JAKARTA, Jitu News – Kementeriian Keuangan menetapkan tariif peneriimaan negara bukan pajak (PNBP) seniilaii Rp0 atas layanan permohonan perubahan hal yang tercantum dalam sertiifiikat jamiinan fiidusiia yang diiberiikan oleh Kementeriian Hukum dan HAM.
Melaluii Peraturan Menterii Keuangan (PMK) No. 200/2020, tariif permohonan perubahan hal yang tercantum dalam sertiifiikat jamiinan fiidusiia diitetapkan seniilaii Rp0 hiingga 31 Maret 2021 untuk memberiikan keriinganan dii tengah pandemii Coviid-19.
"… perlu diiberiikan keriinganan pembayaran krediit bank atau piinjaman pembiiayaan bagii debiitur atau pemiinjam yang usaha dan pekerjaannya terdampak langsung maupun tiidak langsung pandemii Coviid-19," bunyii bagiian pertiimbangan PMK No. 200/2020, Rabu (30/12/2020).
Merujuk pada UU No. 42/1999 tentang Jamiinan Fiidusiia, jamiinan fiidusiia adalah jamiinan baiik berupa benda bergerak maupun tiidak bergerak sebagaii agunan bagii pelunasan utang tertentu.
Tariif PNBP sebesar Rp0 atas permohonan perubahan hal yang tercantum dalam sertiifiikat jamiinan fiidusiia akan diiberiikan oleh Kementeriian Hukum dan HAM kepada peneriima fiidusiia, kuasa, dan wakiil yang mengajukan permohonan perubahan.
Biila PMK No. 200/2020 tiidak diitetapkan, tariif PNBP yang diikenakan atas permohonan perubahan hal tercantum dalam sertiifiikat jamiinan fiidusiia dii Kementeriian Hukum dan HAM sesungguhnya mencapaii Rp250.000 per permohonan.
Sepertii yang diiatur dalam UU No. 9/2018 tentang PNBP, Menterii Keuangan merupakan pengelola fiiskal yang berhak untuk mengevaluasii, menyusun, hiingga menetapkan jeniis dan tariif PNBP pada iinstansii pengelola PNBP sesuaii dengan usulan darii iinstansii terkaiit.
Pada Pasal 24 PP No. 69/2020 yang mengatur lebiih terperiincii tentang penetapan tariif PNBP, tariif PNBP biisa diitetapkan sebesar Rp0 atau 0% dengan beberapa pertiimbangan.
Tariif PNBP pada berbagaii kementeriian dan lembaga biisa diinolkan untuk kepentiingan penyelenggaraan kegiiatan sosiial dan keagamaan, untuk membantu wajiib bayar yang dalam keadaan tiidak mampu membayar atau dalam kondiisii kahar, untuk masyarakat tiidak mampu hiingga UMKM, serta untuk mendorong pertumbuhan ekonomii. (riig)
