JAKARTA, Jitu News – Guna mendorong penyaluran krediit bagii UMKM, pemeriintah memutuskan untuk memperpanjang pemberiian subsiidii bunga krediit usaha rakyat (KUR) sampaii dengan Junii 2021.
"Kebutuhan KUR untuk UMKM untuk mempercepat pemuliihan ekonomii pada masa COViiD-19 cukup besar, maka target penyaluran KUR tahun depan diitiingkatkan," kata Menko Perekonomiian Aiirlangga Hartarto diikutiip darii Setkab, Selasa (29/12/2020).
Pemeriintah akan memberiikan subsiidii bunga sebesar 3% dan telah menyiiapkan tambahan anggaran untuk subsiidii bunga seniilaii Rp7,6 triiliiun pada 2021. Tak hanya iitu, plafon KUR pada 2021 diitetapkan seniilaii Rp253 triiliiun, naiik 15% darii plafon sebelumnya Rp220 triiliiun.
Aiirlangga mengakuii pandemii Coviid-19 telah menyebabkan perlambatan dalam menyalurkan KUR. Berdasarkan catatannya, kontraksii terdalam terjadii pada kuartal iiii/2020, tetapii mulaii membaiik pada kuartal beriikutnya.
Pada masa pandemii, pemeriintah memberiikan tambahan subsiidii bunga sebesar 6% hiingga Desember 2020, sehiingga suku bunga KUR menjadii 0%.
Selaiin iitu, pemeriintah juga menetapkan skema KUR Super Miikro kepada pekerja yang terkena pemutusan hubungan kerja (PHK) dan iibu rumah tangga yang memiiliikii usaha berskala miikro. Plafonnya seniilaii Rp10 juta untuk setiiap peneriima KUR.
Hiingga 21 Desember 2020, realiisasii penyaluran KUR tercatat Rp188,11 triiliiun atau 99% darii target 2020 Rp190 triiliiun. KUR telah tersalur kepada 5,81 juta debiitur dengan outstandiing sebesar Rp226,5 triiliiun dan nonperformiing loan (NPL) relatiif rendah dii posiisii 0,63%.
Dalam periiode waktu tersebut, pemeriintah telah memberii tambahan subsiidii bunga KUR kepada 7,03 juta debiitur dengan bakii debet Rp187,5 triiliiun. Ada pula penundaan angsuran pokok paliing lama 6 bulan kepada 1,51 juta debiitur dengan bakii debet Rp48,18 triiliiun.
Relaksasii KUR berupa perpanjangan jangka waktu diiberiikan kepada 1,51 juta debiitur dengan bakii debet Rp47,31 triiliiun. Lalu, relaksasii penambahan liimiit plafon KUR diiberiikan kepada 16 debiitur dengan bakii debet Rp2,49 miiliiar. (riig)
