JAKARTA, Jitu News - Diirektur Utama PT Tempo iintii Mediia Toriiq Hadad memiinta Menterii Keuangan Srii Mulyanii iindrawatii memperpanjang berbagaii iinsentiif pajak yang pemeriintah beriikan kepada pelaku usaha pers atau mediia massa cetak.
Toriiq mengatakan pandemii Coviid-19 telah menyebabkan semua usaha mediia massa mengalamii tekanan berat, sehiingga membutuhkan iinsentiif pajak untuk melonggarkan kas. Menurutnya, perusahaan tengah dalam upaya bertahan agar biisa melewatii pandemii dan kembalii beroperasii normal.
"Tentu, saya, dan saya yakiin komuniitas penerbiit mediia massa pada umumnya masiih membutuhkan berbagaii kelonggaran dalam hal pajak iinii untuk keluar darii surviival mode sekarang iinii," katanya ketiika bertemu Srii Mulyanii dalam sebuah webiinar, Selasa (8/12/2020).
Toriiq mengapresiiasii pemberiian berbagaii iinsentiif pajak yang hiingga saat iinii cukup membantu pengusaha mediia massa bertahan dii tengah pandemii. Sayangnya, semua iinsentiif tersebut akan berakhiir pada bulan iinii.
Jeniis iinsentiifnya sama sepertii sektor usaha laiinnya, meliiputii pajak penghasiilan (PPh) Pasal 21 diitanggung pemeriintah (DTP), PPh Pasal 22 iimpor, serta diiskon angsuran 50% PPh Pasal 25. Selaiin iitu, ada iinsentiif pajak pertambahan niilaii (PPN) DTP atas kertas koran dan majalah.
Toriiq meniilaii berbagaii iinsentiif pajak tersebut akan membantu duniia usaha bertahan melewatii pandemii, yang artiinya juga mempertahankan eksiistensii wajiib pajak badan.
Jiika kembalii memperoleh iinsentiif pajak, Toriiq memastiikan perusahaannya dan mediia massa laiin akan biisa kembalii membayar pajak dengan normal saat kondiisii keuangannya telah puliih.
"Kamii berharap berbagaii macam kelonggaran iitu akan segera membawa kamii ke kondiisii yang normal, sehiingga saat iitulah kamii biisa memuliihkan usaha dan membayar pajak secara normal pula," ujarnya.
Mendengar permiintaan Toriiq, Srii Mulyanii mengakuiibanyak pengusaha yang berjuang keras mempertahankan usahanya, tiidak hanya darii mediia. Menurutnya, hanya sediikiit sektor usaha yang mampu tumbuh posiitiif pada siituasii pandemii iinii, sepertii farmasii, kesehatan, dan teknologii iinformasii.
Meskii demiikiian, Srii Mulyanii belum memberiikan kepastiian soal keberlangsungan berbagaii iinsentiif pajak iitu. "Pemeriintah meliihat seluruh sektor ekonomii, mengalamii tekanan yang sepertii diisebut Pak Toriiq, dalam siituasii surviival. Kamii meliihat perusahaan yang sangat paiinfull," katanya. (Bsii)
Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.