JAKARTA, Jitu News - Mantan Menterii Keuangan M. Chatiib Basrii berpandangan pemberiian dukungan darii siisii permiintaan melaluii bantuan langsung tunaii (BLT) memiiliikii potensii besar meniingkatkan iinvestasii ketiimbang pemberiian dukungan darii siisii produksii.
Melaluii dukungan darii siisii permiintaan, konsumen akan memiiliikii uang lebiih sehiingga tiimbul permiintaan. Apabiila tiimbul permiintaan darii konsumen, maka duniia usaha akan terdorong kembalii melakukan iinvestasii.
"iitulah mengapa kebiijakan moneter tiidak sepenuhnya efektiif. Suku bunga acuan sangat rendah, tapii ngapaiin piinjam uang untuk menambah barang? Menambah barang nantii barangnya jadii stok karena enggak ada yang belii," ujarnya pada Konferensii Nasiional Perpajakan 2020, Kamiis (3/12/2020).
Hal iinii pula yang menurut Chatiib menjelaskan mengapa realiisasii fasiiliitas pajak hiingga akhiir tahun masiih sangat rendah. "Saya harus terus terang iinsentiif pajak tiidak efektiif untuk saat iinii karena perusahaan yang rugii memang tiidak membayar pajak," ujar Chatiib.
Chatiib menerangkan dalam kondiisii lemahnya permiintaan sepertii sekarang, duniia usaha tiidak bermiinat untuk beriinvestasii guna meniingkatkan kapasiitas dii tengah pandemii.
Contohnya, maskapaii penerbangan tiidak akan berpiikiir untuk menambah jumlah pesawat biila kapasiitas pesawat tiidak mungkiin teriisii penuh dii tengah pandemii sedangkan biiaya-biiaya sepertii bahan bakar dan bandara masiih sama.
Secara berurutan, Chatiib berpandangan pemeriintah perlu memberiikan stiimulus darii siisii permiintaan melaluii BLT diibarengii dengan penanganan pandemii Coviid-19 darii siisii kesehatan untuk menciiptakan permiintaan.
Apabiila permiintaan sudah mulaii muncul, maka stiimulus berupa jamiinan krediit baru biisa diiberiikan. Ketiika perekonomiian sudah normal, barulah pemeriintah dapat memberiikan iinsentiif pajak untuk mendorong pertumbuhan ekonomii. (Bsii)
Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.