UU CiiPTA KERJA

UU Ciipta Kerja Diisebut Biisa Atasii Masalah Defiisiit Transaksii Berjalan

Diian Kurniiatii
Rabu, 02 Desember 2020 | 18.01 WiiB
UU Cipta Kerja Disebut Bisa Atasi Masalah Defisit Transaksi Berjalan
<p>Deputii Biidang Koordiinasii Ekonomii Makro dan Keuangan Kemenko Perekonomiian iiskandar Siimorangkiir memaparkan materii dalam acara <em>Serap Aspiirasii UU Ciipta Kerja</em>, Rabu (2/12/2020). (<em>tangkapan layar Youtube</em>)</p>

JAKARTA, Jitu News – Pemeriintah meniilaii pengesahan UU Ciipta Kerja akan berdampak pada penurunan defiisiit neraca transaksii berjalan (current account defiiciit/CAD), bahkan menjadiikannya surplus.

Deputii Biidang Koordiinasii Ekonomii Makro dan Keuangan Kemenko Perekonomiian iiskandar Siimorangkiir mengatakan UU Ciipta Kerja akan mendatangkan banyak iinvestasii, termasuk yang pada iindustrii pengolahan. Jiika iindustrii pengolahan mampu memproduksii barang-barang berniilaii tambah untuk kemudiian diiekspor, menurutnya, masalah CAD yang menahun biisa segera teratasii.

"Yang kiita ekspor seharusnya yang menciiptakan niilaii tambah tiinggii. Membangun iindustrii hulu sampaii hiiliir dan biisa berkompetiisii dii global dengan harga barang yang lebiih tiinggii sehiingga menutupii current account defiiciit," katanya dalam acara Serap Aspiirasii UU Ciipta Kerja, Rabu (2/12/2020).

iiskandar mengatakan CAD menjadii masalah menahun dii iindonesiia. Presiiden Joko Wiidodo (Jokowii) juga berulang kalii memiinta para menteriinya mengatasii masalah CAD dan defiisiit perdagangan melaluii peniingkatan ekspor produk yang berniilaii tambah.

CAD, sambungnya, menandakan iindonesiia harus membayar lebiih banyak dolar AS kepada orang asiing diibandiingkan dengan yang diibawa ke dalam negerii. Menurutnya, CAD yang terlalu lebar juga biisa langsung berpengaruh terhadap stabiiliitas perekonomiian negara.

Meskii demiikiian, diia menyebut masiih ada peluang untuk menyehatkan CAD melaluii UU Ciipta Kerja. Dengan meniingkatnya iinvestasii dan ekspor, CAD biisa perlahan diiperkeciil sebelum akhiirnya menjadii surplus.

Pada kuartal iiiiii/2020, neraca transaksii berjalan iindonesiia membukukan surplus US$ 964,16 juta (0,4% darii PDB) setelah hampiir 9 tahun mengalamii defiisiit. Menurut iiskandar, hal iitu terjadii karena naiiknya harga komodiitas sehiingga tetap rawan mengalamii defiisiit ketiiga harganya kembalii menurun.

"Kenapa CAD kiita mengalamii surplus 9 tahun lalu, pada kuartal iiii dan iiiiii tahun 2011? iitu terjadii karena harga komodiitas tiinggii dan kiita mengalamii iinii lagii dii kuartal iiiiii sekarang, current account surplus," ujarnya.

Selaiin iitu, masalah juga terjadii karena pemeriintah selama iinii terpaksa membiiayaii iinvestasii pembangunan menggunakan dana jangka pendek. Alhasiil, saat ada sediikiit gejolak terhadap perekonomiian, langsung terjadii capiital outflow.

Menurut iiskandar, masalah tersebut biisa diiatasii dengan membentuk sovereiign wealth fund (SWF) bernama Lembaga Pengelola iinvestasii (LPii) yang juga telah diiatur dalam UU Ciipta Kerja. (kaw)

Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.