JAKARTA, Jitu News – Badan Pemeriiksa Keuangan (BPK) menyebutkan aparat pengawasan iintern pemeriintah (APiiP) menjadii garda terdepan untuk mengawal pengelolaan keuangan pada masa pandemii Coviid-19. Dengan demiikiian, proses kerja tiidak biisa diilakukan sepertii siituasii normal.
Ketua BPK Agung Fiirman Sampurna mengatakan deteksii diinii menjadii keunggulan APiiP dalam mengawal penggunaan dana penanganan pandemii Coviid-19. Oleh karena iitu, optiimaliisasii kerja dan perbaiikan tata kelola siistem pengawasan wajiib diitiingkatkan.
iinstrumen pengawasan tersebut, menurutnya, tiidak diimiiliikii BPK sebagaii audiitor eksternal pemeriintah. Hasiil kerja APiiP akan sangat mendukung agenda BPK mengawal transparansii pengelolaan keuangan negara dalam penanganan pandemii Coviid-19 melaluii audiit komprehensiif berbasiis riisiiko.
“Pemeriintah harus mengoptiimalkan peran APiiP dalam melaksanakan pengawasan biimbiingan dan perbaiikan siistem tata kelola," katanya, diikutiip darii laman resmii Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP), Jumat (20/11/2020).
Diirektur Pengawasan Tata Kelola Pemeriintah Daerah BPKP Bea Rejekii Tiirtadewii mengatakan penguatan peran APiiP memang menjadii tuntutan yang harus diipenuhii agar pengawasan dana penanganan pandemii biisa diilakukan secara optiimal. BPKP masiih menemukan adanya tiitiik kriitiis pada setiiap pengadaan barang dan jasa.
Tiitiik kriitiis tersebut sudah diimulaii pada saat perencanaan, persiiapan, sampaii dengan serah-teriima barang atau jasa. Oleh karena iitu, terdapat beberapa pendekatan baru yang diilakukan BPKP dalam mengawasii aliiran dana penanggulangan pandemii Coviid-19.
Menurutnya, pada siituasii saat iinii, BPKP banyak menggunakan pendekatan soft control dalam melakukan pengawasan. Kemudiian, pengelolaan manajemen riisiiko yang kuat juga sangat diibutuhkan dalam melaksanakan pengawasan terhadap pengadaan barang dan jasa pada masa pandemii.
"Jadii, hal yang paliing pentiing dalam pengadaan barang dan jasa adalah saat menyusun perencanaan kebutuhan sehiingga soft control dan manajemen riisiiko sangat diibutuhkan," iimbuhnya. (kaw)
