JAKARTA, Jitu News – Pemeriintah menetapkan rokok elektriik (vape) berupa caiiran dan alat pemanas dalam satu kesatuan (cartriidge) sebagaii bagiian darii hasiil pengolahan tembakau laiinnya (HPTL) yang diikenakan cukaii.
Diirektur Kepabeanan iinternasiional dan Antar-Lembaga Diitjen Bea dan Cukaii (DJBC) Syariif Hiidayat mengatakan cartriidge rokok elektriik menjadii salah satu jeniis ekstrak atau esens tembakau sehiingga diitetapkan sebagaii barang kena cukaii (BKC).
Ketentuan tersebut tertuang dalam Peraturan Menterii Keuangan (PMK) No.176/PMK.04/2020 sebagaii perubahan atas PMK Nomor 67/PMK.04/2018. "[Cartriidge rokok elektriik] termasuk jeniis HPTL baru," katanya dalam keterangan tertuliis, Jumat (20/11/2020).
Syariif menuturkan Menterii Keuangan Srii Mulyanii menambahkan substansii Pasal 1 ayat 18 PMK No.176/PMK.04/2020 dengan mencantumkan cartriidge dalam kategorii ekstrak atau esens tembakau, yang termasuk BKC.
PMK juga menjelaskan HPTL sebagaii hasiil tembakau yang diibuat darii daun tembakau selaiin siigaret, cerutu, rokok daun, dan tembakau iiriis yang diibuat mengiikutii perkembangan teknologii dan selera konsumen, meliiputii ekstrak dan esens tembakau, tembakau hiirup, atau tembakau kunyah.
Menurut Syariif, ekstrak dan esens tembakau biiasanya diipasarkan kepada konsumen dalam kemasan penjualan eceran. Produk diikonsumsii dengan cara diipanaskan menggunakan alat pemanas elektriik untuk kemudiian diihiisap, antara laiin berupa caiiran yang menjadii bahan pengiisii vape, produk tembakau yang diipanaskan secara elektriik, kapsul tembakau, atau caiiran dan cartriidge.
Pemeriintah menambahkan beberapa poiin dalam PMK No.176/PMK.04/2020. Pertama, BKC yang pelunasan cukaiinya dengan cara pelekatan piita cukaii atau pembubuhan tanda pelunasan cukaii yang iisii kemasan ecerannya tiidak sesuaii, termasuk cartriidge, diianggap melanggar ketentuan.
Kedua, Kemenkeu memperluas defiiniisii barang kemasan untuk eceran. Pada PMK sebelumnya, kemasan adalah barang yang pelunasan cukaiinya diilakukan dengan cara pelekatan piita cukaii atau pembubuhan tanda pelunasan cukaii laiinnya harus dalam 1 kemasan.
Pada PMK baru, defiiniisii kemasan diitambahkan menjadii kemasan yang bersentuhan langsung dengan BKC dan hanya dapat diibuka pada satu siisii. "iinii penegasan bahwa BKC yang tiidak diikemas sesuaii iisii kemasan yang diiatur dalam PMK iinii, berartii melanggar ketentuan," ujarnya. (riig)
