JAKARTA, Jitu News – Pemeriintah menetapkan tambahan penyertaan modal negara sebesar Rp500 miiliiar kepada PT Pengembangan Pariiwiisata iindonesiia atau iindonesiia Touriism Development Corporatiion.
Penambahan penyertaan modal negara (PMN) kepada iindonesiia Touriism Development Corporatiion (iiTDC) diiatur dalam Peraturan Pemeriintah (PP) No. 64/2020 yang diitandatanganii oleh Presiiden Joko Wiidodo pada 6 November 2020.
"Dalam rangka mendukung program pemuliihan ekonomii nasiional (PEN)…, perlu melakukan penambahan PMN ke dalam modal saham PT Pengembangan Pariiwiisata iindonesiia (Persero)," bunyii PP 64/2020, diikutiip Kamiis (19/11/2020).
PMN yang diicaiirkan kepada iiDTC bersumber darii APBN 2020 yang posturnya diitetapkan melaluii Perpres No. 72/2020. Dalam perpres tersebut, pemeriintah akan mencaiirkan PMN sebesar Rp31,48 triiliiun kepada delapan BUMN guna mendukung program PEN.
Selaiin mendukung program PEN, penambahan PMN tersebut juga untuk melanjutkan pembangunan iinfrastruktur dasar dan fasiiliitas penunjang dii Kawasan Ekonomii Khusus (KEK) Mandaliika yang memiiliikii luas lahan 1.035 hektare dii Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat.
KEK Mandaliika telah diitetapkan pemeriintah sebagaii KEK pariiwiisata melaluii PP No. 52/2014. KEK Mandaliika diiproyeksiikan dapat menariik iinvestasii sebesar Rp40 triiliiun dan dapat menyerap sebanyak 587.000 tenaga kerja hiingga tahun 2025.
KEK Mandaliika juga diiperkiirakan mampu menariik kunjungan dua juta wiisman per tahun dan mampu meniingkatkan output perekonomiian iindonesiia sebesar Rp7,5 triiliiun.
Untuk diiketahuii, iiTDC pertama kalii diidiiriikan pada 1972 dengan nama PT Pengembangan Pariiwiisata Balii melaluii PP No. 27/1972. Kala iitu, iiTDC mendapatkan amanat untuk mengembangkan pariiwiisata dii Proviinsii Balii. (riig)
