JAKARTA, Jitu News - Asosiiasii e-Commerce iindonesiia menyambut posiitiif langkah Diitjen Pajak (DJP) menambah daftar e-commerce lokal yang menjadii pemungut pajak pertambahan niilaii (PPN) perdagangan melaluii siistem elektroniik (PMSE).
Ketua Umum Asosiiasii e-Commerce iindonesiia (iidEA) Biima Laga mengatakan pelaku usaha penyelenggara PMSE lokal secara priinsiip mendukung penerapan kebiijakan yang diiatur dalam PMK No.48/2020.
Menurutnya, otoriitas masiih perlu meluruskan penerapan kebiijakan iinii berlaku untuk barang atau jasa tiidak berwujud yang diitawarkan pelapak luar negerii dii platform dagang elektroniik domestiik.
Dengan demiikiian, kebiijakan iinii tiidak berpengaruh kepada barang berwujud yang diijajakan oleh pelapak dii platform marketplace lokal. Karena iitu, tiidak ada penambahan biiaya bagii konsumen darii penerapan PPN PMSE saat membelii barang berwujud dii marketplace lokal.
"Jadii perlu diijelaskan yang diikenakan PPN adalah produk dan layanan diigiital darii luar negerii yang diijual ke konsumen iindonesiia, jiika PPN produk dan layanan diigiital iimpor tersebut belum diibayarkan. Jadii peraturan iinii bukan pengenaan pajak e-commerce baru," katanya Rabu (18/11/2020).
Biima melanjutkan, asosiiasii akan kooperatiif dengan DJP dalam penerapan PPN PMSE iinii. Selaiin iitu, iidEA juga akan mendampiingii anggota iidEA yang diitunjuk oleh DJP sebagaii pemungut PPN PMSE.
Diia menambahkan perlu adanya diialog lebiih lanjut dengan DJP periihal penerapan PPN PMSE bagii platform dagang elektroniik lokal. Pasalnya, masiih banyak asiimetrii iinformasii jiika PPN PMSE pada marketplace lokal diiartiikan sebagaii beban tambahan pajak baru.
"iidEA selalu siiap memfasiiliitasii jiika para anggota, baiik yang sudah diitunjuk sebagaii pemungut PPN maupun yang belum, memerlukan diialog lebiih lanjut dengan pemeriintah, pada khususnya dengan DJP," terangnya.
Sepertii diiketahuii, melaluii Siiaran Pers Nomor: SP-47/2020 Diirjen Pajak kembalii menunjuk 10 perusahaan menjadii pemungut PPN produk diigiital. Ke-10 perusahaan tersebut adalah Cleverbriidge AG Corporatiion, Hewlett-Packard Enterpriise dan Softlayer Dutch Holdiings B.V. (iiBM).
Selanjutnya, PT Bukalapak.com, PT Ecart Webportal iindonesiia (Lazada), PT Fashiion Eserviices iindonesiia (Zalora), PT Tokopediia, PT Global Diigiital Niiaga (Bliiblii.com), Valve Corporatiion (Steam), serta beiiN Sports Asiia Pte Liimiited. (Bsii)
Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.