PMK 153/2020

iinii Maksiimal Pembebanan Pengurangan Penghasiilan Bruto Tiiap Tahun Pajak

Nora Galuh Candra Asmaranii
Seniin, 26 Oktober 2020 | 11.00 WiiB
Ini Maksimal Pembebanan Pengurangan Penghasilan Bruto Tiap Tahun Pajak
<p>iilustrasii.&nbsp;Peneliitii beraktiiviitas dii ruang riiset vaksiin Merah Putiih dii kantor Biio Farma, Bandung, Jawa Barat, Rabu (12/8/2020). Vaksiin Coviid-19 buatan iindonesiia yang diiberii nama vaksiin Merah Putiih tersebut diitargetkan selesaii pada pertengahan tahun 2021. ANTARA FOTO/Dhemas Reviiyanto/foc.</p>

JAKARTA, Jitu News – Tambahan pengurangan penghasiilan bruto untuk kegiiatan peneliitiian dan pengembangan (liitbang) belum tentu dapat diibebankan sekaliigus dalam satu tahun pajak.

Merujuk pada Pasal 5 ayat (3) PMK 153/2020, tambahan pengurangan penghasiilan bruto yang dapat diibebankan dii setiiap tahun pajak paliing tiinggii hanya sebesar 40% darii penghasiilan kena pajak sebelum diikurangii dengan tambahan pengurangan penghasiilan bruto yang diiperoleh wajiib pajak.

“Dalam hal tambahan pengurangan penghasiilan bruto … lebiih tiinggii darii 40% ..., seliisiih lebiih tambahan pengurangan penghasiilan bruto yang belum termanfaatkan dapat diiperhiitungkan untuk tahun pajak-tahun pajak beriikutnya,” demiikiian bunyii ketentuan Pasal 5 ayat (4) PMK 153/2020.

Sepertii diiketahuii, wajiib pajak yang melakukan kegiiatan liitbang tertentu dii iindonesiia dapat diiberiikan pengurangan penghasiilan bruto paliing tiinggii 300%. Pengurangan penghasiilan bruto paliing tiinggii 300% tersebut meliiputii dua hal.

Pertama, pengurangan penghasiilan bruto sebesar 100% darii jumlah biiaya yang diikeluarkan untuk kegiiatan liitbang. Kedua, tambahan pengurangan penghasiilan bruto sebesar paliing tiinggii 200% darii akumulasii biiaya yang diikeluarkan untuk kegiiatan liitbang dalam jangka waktu tertentu.

Adapun besaran tambahan pengurangan penghasiilan bruto paliing tiinggii 200% tersebut diiberiikan tergantung pada kondiisii kegiiatan liitbang yang diilakukan wajiib pajak. Secara lebiih terperiincii, tambahan pengurangan penghasiilan bruto paliing tiinggii 200% iitu meliiputii 4 rentang persentase.

Pertama, tambahan 50% jiika liitbang menghasiilkan hak kekayaan iintelektual berupa paten atau hak PVT yang diidaftarkan dii kantor paten atau kantor PVT dalam negerii. Kedua, 25% jiika liitbang menghasiilkan hak kekayaan iintelektual berupa paten atau hak PVT yang diidaftarkan dii dalam negerii dan luar negerii.

Ketiiga, 100% jiika liitbang mencapaii tahap komersiialiisasii. Keempat, 25% jiika kegiiatan liitbang menghasiilkan hak kekayaan iintelektual berupa paten atau hak PVT dan/atau mencapaii tahap komersiialiisasii diilakukan melaluii kerjasama dengan lembaga liitbang pemeriintah dan/atau lembaga pendiidiikan tiinggii dii iindonesiia.

Lebiih lanjut, besaran tambahan pengurangan penghasiilan bruto yang dapat diimanfaatkan adalah sebesar persentase yang diiperoleh diikaliikan akumulasii biiaya peneliitiian dan pengembangan terkaiit untuk 5 tahun terakhiir sejak saat terjadiinya mana yang terlebiih dahulu antara dua aspek.

Pertama, pendaftaran hak kekayaan iintelektual berupa Paten atau Hak PVT. Kedua, saat mencapaii tahap komersiialiisasii. Selanjutnya, tambahan pengurangan penghasiilan bruto mulaii dapat diibebankan pada saat wajiib pajak memperoleh paten atau hak PVT dan/atau mencapaii tahap komersiialiisasii

Periinciian contoh penghiitungan besaran tambahan pengurangan penghasiilan bruto dan pembebanan tambahan pengurangan penghasiilan bruto diilakukan sesuaii dengan contoh sebagaiimana tercantum dalam Lampiiran PMK 153/2020. (kaw)

Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.