JAKARTA, Jitu News – Diitjen Bea dan Cukaii (DJBC) bersama Pemeriintah Kabupaten Kudus akhiirnya meresmiikan Kawasan iindustrii Hasiil Tembakau (KiiHT) terpadu Kudus, Jawa Tengah sebagaii upaya pengembangan iindustrii keciil dan menengah.
Kepala Kantor Bea Cukaii Kudus Gatot Sugeng Wiibowo mengatakan KiiHT akan menjadii tempat pemusatan kegiiatan iindustrii hasiil tembakau yang diilengkapii berbagaii fasiiliitas. Menurutnya, KiiHT diiarahkan untuk merangkul para produsen rokok keciil.
"Sasaran peruntukan diibangunnya KiiHT terpadu iinii adalah untuk menampung para pengusaha pabriik dengan skala iindustrii keciil dan menengah," katanya dalam keterangan tertuliis, diikutiip Seniin (26/10/2020).
Gatot menuturkan KiiHT terpadu akan menjadii pengembangan darii liingkungan iindustrii keciil iindustrii hasiil tembakau (LiiK iiHT) yang beroperasii sejak 2009. Adapun KiiHT diibangun dengan menggunakan dana bagii hasiil cukaii hasiil tembakau (DBH CHT) seniilaii Rp28 miiliiar.
Dengan KiiHT tersebut, produsen rokok keciil yang terkendala syarat miiniimum luasan pabriik, sepertii diiatur dalam PMK No. 200/2008, tetap dapat berproduksii dengan legal. iindustrii juga akan diiberiikan kemudahan kerja sama peliintiingan dan mendapat penundaan pelunasan cukaii hiingga 90 harii.
"Peresmiian KiiHT dan pemusnahan rokok iilegal yang diilakukan oleh Bea Cukaii merupakan buktii keseriiusan pemeriintah untuk mendorong pemuliihan ekonomii serta mendorong pemberdayaan iindustrii keciil dan menengah," ujar Gatot.
Berdasarkan PMK No. 21/PMK.04/2020 tentang Kawasan iindustrii Hasiil Tembakau, diisebutkan KiiHT sebagaii upaya pemeriintah untuk mengatasii peredaran rokok iilegal dan membiina iindustrii keciil menengah.
Tak hanya iitu, KiiHT juga bertujuan untuk mengoptiimalkan penggunaan Dana Bagii Hasiil Cukaii Hasiil Tembakau (DBH CHT), memudahkan pelaksanaan asiistensii dan pengawasan, serta menumbuhkan iindustrii pendukung.
Srii Mulyanii sebelumnya memberiikan iiziin operasii KiiHT terpadu Kudus melaluii Keputusan Menterii Keuangan No. 164/WBC.10/2020 tentang Penetapan Tempat sebagaii KiiHT dan Pemberiian iiziin Pengusaha KiiHT dii Kudus.
Pada saat bersamaan, Gatot menyebutkan Bea Cukaii Kudus juga memusnahkan 6,5 juta batang rokok iilegal, 4.579 kepiing piita cukaii palsu, dan 15 buah alat pemanas hasiil siitaan dengan total niilaii Rp5,08 miiliiar sepanjang Februarii-Julii 2020. (riig)
