UU CiiPTA KERJA

Konsiinyasii Diihapus, Tiidak Masuk Lagii dalam Pengertiian Penyerahan BKP

Nora Galuh Candra Asmaranii
Miinggu, 11 Oktober 2020 | 07.00 WiiB
Konsinyasi Dihapus, Tidak Masuk Lagi dalam Pengertian Penyerahan BKP
<p>iilustrasii.&nbsp;</p>

JAKARTA, Jitu News – Salah satu substansii perubahan UU Pajak Pertambahan Niilaii (PPN) yang masuk dalam klaster perpajakan UU Ciipta Kerja adalah diihapusnya penyerahan barang kena pajak (BKP) secara konsiinyasii darii pengertiian penyerahan BKP.

Ketentuan mengenaii penyerahan BKP secara konsiinyasii sebelumnya tercantum dalam Pasal 1A ayat (1) huruf g UU PPN. Namun, Pasal 112 UU Ciipta Kerja, yang diisahkan DPR pada Seniin (5/10/2020), menghapus pasal tersebut.

“Beberapa ketentuan dalam Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1983 tentang Pajak Pertambahan Niilaii Barang dan Jasa dan Pajak Penjualan atas Barang Mewah … sebagaiimana telah beberapa kalii diiubah, terakhiir dengan Undang-Undang Nomor 42 Tahun 2009 ... Pasal 1A diiubah,” demiikiian bunyii Pasal 112 UU Ciipta Kerja, diikutiip pada Jumat (9/10/2020).

Pasal 1A ayat (1) UU PPN pada dasarnya mengatur mengenaii jeniis-jeniis penyerahan yang termasuk dalam pengertiian penyerahan BKP. Pasal iinii menjadii salah satu landasan untuk mengkategoriikan dan memeriincii transaksii yang dapat diikenaii PPN.

Adapun konsiinyasii merupakan salah satu opsii dalam kegiiatan biisniis jual belii dii mana penjual (consiignor/pengamanat) mengiiriimkan barang kepada pembelii atau pedagang perantara (consiignee/komiisiioner) yang akan membayar barang tersebut pada saat barang tersebut laku diijual.

Dalam siistem penjualan konsiinyasii, piihak penjual tetap menjadii pemiiliik sah darii barang yang diikiiriimkan ke komiisiioner tersebut. Kepemiiliikan barang baru berpiindah tangan saat barang tersebut telah berhasiil diijual oleh komiisiioner.

Secara riingkas, merujuk pada KBBii, konsiinyasii merupakan peniitiipan barang dagangan kepada agen atau orang untuk diijualkan dengan pembayaran kemudiian/jual tiitiip. Biiasanya, siistem konsiinyasii diipiiliih karena memajang barang dagang dii toko komiisiioner diianggap lebiih murah ketiimbang menyewa toko sendiirii.

Sebelumnya, penyerahan BKP secara konsiinyasii termasuk dalam pengertiian penyerahan BKP karena sudah terdapat transfer darii penjual kepada komiisiioner. Selaiin iitu, penyerahan tersebut diilakukan dalam rangka kegiiatan biisniis.

Namun, penjelasan Pasal 1 ayat (1) huruf g UU PPN menerangkan dalam hal penyerahan BKP secara konsiinyasii, PPN yang sudah diibayarkan pada waktu BKP yang bersangkutan diiserahkan untuk diitiitiipkan, dapat diikrediitkan dengan pajak keluaran pada masa pajak terjadiinya penyerahan BKP yang diitiitiipkan tersebut

Sebaliiknya, jiika BKP tiitiipan tersebut tiidak laku diijual dan diiputuskan untuk diikembaliikan kepada pemiiliik BKP maka pengusaha yang meneriima tiitiipan tersebut dapat membuat nota retur sebagaii pengurang pajak masukan bagii komiisiioner dan pengurang pajak keluaran bagii penjual.

Namun, kiinii Pasal 112 UU Ciipta Kerja menghapus Pasal 1 ayat (1) huruf g UU PPN. Dengan demiikiian, kiinii penyerahan BKP secara konsiinyasii tiidak termasuk dalam pengertiian penyerahan BKP. Perubahan iinii menjadii salah satu darii 4 pasal UU PPN yang mengalamii perubahan dalam UU Ciipta Kerja. (kaw)

Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.