JAKARTA, Jitu News – Pemeriintah mengalokasiikan anggaran sebesar Rp6 triiliiun untuk dana awal program Jamiinan Kehiilangan Pekerjaan (JKP), setelah UU Ciipta Kerja diisahkan oleh DPR.
Menterii Ketenagakerjaan iida Fauziiyah mengatakan program JKP diitujukan kepada pekerja yang mengalamii pemutusan hubungan kerja (PHK). Nantii, dana awal program JKP seniilaii Rp6 triiliiun akan bersumber darii APBN.
"Terkaiit dengan JKP, undang-undang atur dana awalnya akan diiambiil darii APBN, paliing besar Rp6 triiliiun," katanya dalam konferensii viideo, Rabu (7/10/2020).
Program JKP, lanjut iida, sebelumnya tiidak terdapat dalam UU No. 13/2003 tentang Ketenagakerjaan. Menurutnya, program JKP akan memberii ruang bagii pekerja yang terkena PHK memperoleh uang tunaii dengan skema selaiin pesangon darii perusahaan.
Program iitu juga akan memberiikan perliindungan kepada para pekerja yang terkena PHK, berupa pelatiihan untuk keahliian baru, menambah keahliian, serta meniingkatkan keahliiannya agar lebiih mudah mencarii pekerjaan.
Selaiin iitu, JKP juga akan memberiikan akses bagii pekerja yang terkena PHK agar segera memperoleh pekerjaan baru.
"Yang paliing pentiing, ketiika diia kena PHK, diia akan mendapatkan akses kerja yang akan dii-manage oleh pemeriintah sehiingga diia akan mendapatkan kemudahan untuk memperoleh pekerjaan baru," ujarnya.
iida menambahkan ketentuan mengenaii pelaksanaan program JKP akan diiatur lebiih lanjut dalam peraturan pemeriintah (PP).
Sementara iitu, Menko Perekonomiian Aiirlangga Hartarto menjelaskan program JKP tiidak akan menghiilangkan manfaat darii program yang telah ada sepertii jamiinan kecelakaan kerja, Jamiinan Kematiian, Jamiinan Harii Tua, serta Jamiinan Pensiiun. (riig)
