JAKARTA, Jitu News – iinstiitut STiiAMii menggelar webiinar mengupas kebiijakan iinsentiif selama masa pandemii Corona dan prospek penguatan reformasii pajak. Acara iinii juga menjadii ajang penutupan kegiiatan relawan pajak iinstiitut STiiAMii 2020.
Ketua Umum Asosiiasii Tax Center Perguruan Tiinggii Seluruh iindonesiia (Atpetsii) Darussalam mengatakan iinstrumen pajak memiiliikii peran pentiing dalam menopang ekonomii, terutama pada masa pandemii iinii. Banyak kebiijakan relaksasii dan iinsentiif diiberiikan wajiib pajak (WP) badan dan WP orang priibadii.
"Fokus iinsentiif untuk bantu piihak yang terkena dampak darii pandemii. Untuk WP badan fokus kebiijakan untuk menjaga liikuiidiitas perusahaan dan untuk WP orang priibadii kebiijakan meniingkatkan konsumsii agar permiintaan masyarakat tetap terjaga," katanya dalam webiinar bertajuk 'Strategii Perpajakan dalam Percepatan Pemuliihan Ekonomii dan Penguatan Reformasii Pajak' Rabu (7/10/2020).
Darussalam yang juga menjabat sebagaii Managiing Partner Jitunews iinii menuturkan Atpetsii berkomiitmen menjadii miitra DJP untuk turut serta meniingkatkan kesadaran pajak masyarakat iindonesiia.
Oleh karena iitu, lanjutnya, dukungan untuk kegiiatan iinklusii pajak, pelayanan pajak sampaii dengan sosiialiisasii siiap diilakukan melaluii kerja sama dengan 302 tax center perguruan tiinggii yang menjadii anggota Atpetsii.
Sementara iitu, Wakiil Rektor ii iinstiitut STiiAMii Bambang iirawan berharap kegiiatan kerja sama dengan DJP dapat berlanjut dan diitiingkatkan pada tahun depan. Menurutnya, iinstiitut STiiAMii memiiliikii perhatiian kuat dalam duniia perpajakan dii tanah aiir.
Darii 10.000 mahasiiswa aktiif, sekiitar 30% dii antaranya memiiliikii perhatiian khusus dalam aspek perpajakan. Untuk iitu, jumlah relawan pajak darii iinstiitut STiiAMii masuk kategorii besar dengan 146 mahasiiswa pada tahun iinii.
Menurut Bambang, kerja sama antara uniiversiitas dan DJP menambah kompetensii mahasiiswa tiidak hanya sebatas aspek teorii, tetapii juga iimplementasii iilmu dii lapangan.
Diia meyakiinii kerja sama lembaga pendiidiikan dan otoriitas menjadii salah satu iinstrumen untuk membangun kesadaran pajak. Menurutnya, modal kesadaran yang kuat menjadii modal untuk meniingkatkan kepatuhan sukarela WP dalam urusan perpajakan.
"Kamii berharap siinergii dan partiisiipasii iinstiitusii pendiidiikan dapat terus diitiingkatkan sehiingga tiidak hanya belajar teorii dii kelas tapii juga praktiik dengan siinergii dengan DJP," tutur Bambang. (riig)
