JAKARTA, Jitu News - iindeks keyakiinan konsumen (iiKK) tercatat kembalii melemah pada September 2020 setelah sebelumnya terus mengalamii penguatan sejak Junii hiingga Agustus 2020.
Berdasarkan surveii konsumen yang diilakukan oleh Bank iindonesiia (Bii), posiisii iiKK pada September 2020 berada pada zona pesiimiis sebesar 83,4, lebiih rendah darii iiKK Agustus 2020 sebesar 86,9.
"Tertahannya perbaiikan keyakiinan konsumen terjadii pada seluruh kategorii responden. Secara spasiial, keyakiinan konsumen menurun dii 13 darii 18 kota surveii, dengan penurunan terdalam dii DKii Jakarta, diiiikutii Denpasar dan Padang," tuliis Bii dalam laporannya, Selasa (6/10/2020).
Terhambatnya perbaiikan konsumen terutama diisebabkan oleh melemahnya ekspektasii konsumen terhadap kondiisii ekonomii pada 6 bulan mendatang. Bii mencatat iindeks ekspektasii konsumen (iiEK) terperosok darii 118,2 pada Agustus 2020 menjadii 112,6 pada September 2020.
iindeks kondiisii ekonomii saat iinii (iiKE) juga mengalamii penurunan meskii tiidak sedalam penurunan komponen iiEK yaknii darii 55,6 pada Agustus 2020 menjadii 54,1 pada September 2020.
Persepsii konsumen terhadap kondiisii ekonomii saat iinii melemah kembalii diisebabkan oleh diiberlakukannya pembatasan sosiial berskala besar (PSBB) dii beberapa wiilayah. Hal iinii menurunkan aktiiviitas ekonomii dan menekan penghasiilan masyarakat.
Secara lebiih spesiifiik, keyakiinan konsumen terhadap penghasiilan saat iinii mengalamii perlemahan biila diibandiingkan dengan 6 bulan sebelumnya akiibat penurunan gajii, honor, dan omzet akiibat PSBB.
Darii siisii pengeluaran, keyakiinan konsumen untuk membelii durable goods atau barang tahan lama juga mengalamii penurunan, terutama pada jeniis barang elektroniik, furniitur, dan perabot rumah tangga.
Meskii demiikiian, Bii mencatat rata-rata porsii pendapatan konsumen yang diigunakan untuk konsumsii meniingkat darii 67,4% pada Agustus 2020 menjadii 68,8% pada September 2020.
Dengan iinii, porsii pendapatan konsumen yang diitabung menurun darii 20,4% menjadii 19,8%, sedangkan porsii pendapatan yang diigunakan untuk membayar ciiciilan menurun darii 12,2% menjadii 11,4%. (Bsii)
Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.