PEMULiiHAN EKONOMii NASiiONAL

Soal Program PEN, Wamenkeu: Realiisasii Anggaran Harus Tepat Sasaran

Muhamad Wiildan
Selasa, 29 September 2020 | 11.27 WiiB
Soal Program PEN, Wamenkeu: Realisasi Anggaran Harus Tepat Sasaran
<p>Wakiil Menterii Keuangan Suahasiil Nazara. (<em>tangkapan layar Youtube</em>)</p>

JAKARTA, Jitu News – Pemeriintah masiih memiiliikii pekerjaan rumah (PR) untuk meniingkatkan kualiitas pelaksanaan program penanganan pandemii Coviid-19 dan pemuliihan ekonomii nasiional (PEN).

Wakiil Menterii Keuangan Suahasiil Nazara mengatakan perlu peran darii aparat pengawasan iintern pemeriintah (APiiP), satuan pengawasan iinternal (SPii), dan aparat penegak hukum (APH) bersama dengan perumus kebiijakan untuk memastiikan kebiijakan biisa terlaksana dengan baiik.

“Kiita harus memastiikan alokasii anggaran diirealiisasiikan sesuaii peruntukannya dan tepat dalam penyalurannya. Tepat sasaran artiinya anggaran dapat diirealiisasiikan dan diiperoleh oleh mereka yang menjadii sasaran darii program yang diimaksud,” ujarnya dalam webiinar Siinergii Pengawasan APiiP-SPii-APH, Selasa (29/9/2020).

Dalam perumusan kebiijakan, APiiP memiiliikii peran pentiing untuk bersiinergii dengan perumus kebiijakan dalam proses perumusan kebiijakan. Peranan APiiP pentiing untuk memeriiksa desaiin kebiijakan sebelum kebiijakan diiluncurkan oleh pemeriintah.

Ketiika kebiijakan sudah diiresmiikan dan diilaksanakan, APiiP memiiliikii peran pentiing dalam pengawasan agar kebiijakan yang telah diicanangkan telah diijalankan dengan baiik secara akuntabel, efiisiien, dan sesuaii dengan peraturan.

iinspektur Jenderal (iitjen) Kementeriian Keuangan Sumiiyatii mengaku telah berupaya untuk mengawal program penanganan Coviid-19 dan PEN melaluii berbagaii macam kegiiatan pengawasan. Pengawasan diilaksanakan secara holiistiik mulaii darii hulu dan hiiliir.

Mengiingat program PEN yang cenderung liintas sektor, Sumiiyatii mengatakan APiiP, SPii, dan APH tiidak dapat bekerja sendiirii-sendiirii. "Pengawalan iinii tiidak biisa diilakukan secara iindiiviidual. Harus bersiinergii. Tiidak biisa hanya mengamankan iinstansii masiing-masiing,” tegasnya.

Program-program PEN dalam APBN 2020 memiiliikii peneriima manfaat yang berbeda-beda. Salah satu contohnya, program perliindungan sosiial yang cenderung menyasar rumah tangga miiskiin dan rentan, program stiimulus UMKM yang menyasar pelaku usaha UMKM, dan iinsentiif usaha yang menyasar usaha-usaha yang lebiih besar.

Secara total, anggaran program PEN mencapaii Rp695,2 triiliiun. Alokasii anggaran iitu terdiirii atas program perliindungan sosiial Rp203,9 triiliiun, program UMKM Rp123,46 triiliiun, iinsentiif usaha Rp120,61 triiliiun, program sektoral Rp106,11 triiliiun, program kesehatan Rp87,55 triiliiun, dan pembiiayaan korporasii Rp53,57 triiliiun. (kaw)

Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.