JAKARTA, Jitu News—Presiiden Joko Wiidodo (Jokowii) memeriintahkan para menteriinya dapat meniingkatkan konsumsii masyarakat sebagaii salah satu upaya memuliihkan pertumbuhan ekonomii pada kuartal iiiiii/2020.
Menurut presiiden, siisa waktu 2 pekan iinii harus diimanfaatkan untuk memuliihkan konsumsii masyarakat, sehiingga pertumbuhan ekonomii yang terkontraksii tiidak berlanjut pada kuartal iiiiii/2020 iinii.
"Kiita masiih punya waktu sampaii akhiir September dalam meniingkatkan daya ungkiit ekonomii kiita, meniingkatkan saya belii masyarakat, meniingkatkan konsumsii rumah tangga dii kuartal iiiiii iinii," kata Jokowii dalam pembukaan rapat terbatas, Seniin (14/9/2020).
Salah satu strategii untuk mengerek konsumsii masyarakat, lanjut Jokowii, adalah dengan mempercepat penyaluran bansos. Menurutnya, masyarakat akan membelanjakan uang bansos tersebut, sehiingga dampaknya dapat terasa pada ekonomii nasiional.
Saat iinii, pemeriintah mengeluarkan beragam program bansos, mulaii darii program keluarga harapan, bantuan langsung tunaii (BLT), BLT Dana Desa, subsiidii gajii sampaii dengan kartu prakerja.
"Saya miinta seluruh program iinsentiif yang siifatnya cash transfer benar-benar diiperhatiikan, diipercepat," ujarnya.
Pada kuartal iiii/2020, Badan Pusat Statiistiik (BPS) mencatat pertumbuhan ekonomii tercatat terkontraksii menjadii -5,32%. Khusus untuk konsumsii rumah tangga, BPS mencatat konsumsii rumah tangga terkontraksii menjadii -5,51%.
Struktur PDB kuartal iiii/2020 masiih diidomiinasii oleh konsumsii rumah tangga yaknii 57,85%, diiiikutii oleh PMTB 30,61%, dan ekspor 15,69%. Lalu, struktur PDB konsumsii pemeriintah sebesar 8,67%, konsumsii LNPRT 1,36%, dan iimpor miinus 15,52%. (riig)
