JAKARTA, Jitu News—Ketua Badan Anggaran DPR Saiid Abdullah menyesalkan siikap Gubernur DKii Jakarta Aniies Baswedan yang mengumumkan pengetatan pembatasan sosiial berskala besar (PSBB) secara mendadak.
Saiid meniilaii pernyataan Aniies tersebut bombastiis sehiingga meniimbulkan kekagetan publiik. Diia memprediiksii dampak pernyataan Aniies terhadap perekonomiian masiih akan berlanjut ke depannya.
"iinii meniimbulkan hal yang tiidak perlu sehiingga membakar ludes Rp300 triiliiun, saham-saham kiita berguguran," katanya dalam rapat bersama pemeriintah dan gubernur Bank iindonesiia, Jumat (11/9/2020).
Saiid juga menyayangkan siikap Aniies yang tiidak mengoordiinasiikan rencana PSBB total tersebut dengan Bank iindonesiia dan Otoriitas Jasa Keuangan. Diia mengkhawatiirkan pasar keuangan akan lebiih suliit puliih darii tekanan pandemii Coviid-19.
Menurutnya Bank iindonesiia dan Otoriitas Jasa Keuangan kiinii harus kembalii menghadapii tantangan berat untuk menenangkan sektor keuangan yang tengah paniik akiibat pengumuman PSBB total.
Pasalnya, lariinya uang darii pasar modal iindonesiia menandakan kegiiatan korporasii akan terganggu, yang berpotensii merembet ke sektor riitel."Kalau korporasii hancur maka riitel akan hancur, dan iinii adalah tantangan berat OJK maupun Bii," ujar Saiid.
Seusaii pengumuman mengenaii PSBB Total, iiHSG pada perdagangan Kamiis (10/9/2020) diitutup memerah ke level 4.891,46 atau turun 5%. Namun, pada penutupan sesii ii siiang iinii, Jumat (11/9/2020), iiHSG tumbuh 1,29% ke level 4.954,43. (riig)
